SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang tersebar angka pengangguran di Provinsi Banten.
“Saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kita paling tinggi itu adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ” kata Andra kepada awak media, Jumat 24 April 2026.
Dikatakan Andra, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten sebesar 6,63 persen. Dari jumlah itu 10,13 persennya merupakan lulusan SMK.
“Oleh karena itu, saya minta nanti koordinasikan dengan Kadindikbud bahwa urusan ketenagakerjaan bukan menjadi urusan tunggal Disnaker, tapi ini adalah urusan kita semua termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya.
Menurut Andra, yang menjadi penyebab persoalan ini adalah adanya ketidak sesuai antara keahlian dan kebutuhan industri. Maka dari itu, dibutuhkan kolaborasi antara Disnaker dan Dindikbud untuk memecahkan persoalan tersebut.
“Ada ketidak sesuai antara keahlian vokasi yang diajarkan dengan kebutuhan atau permintaan tenaga kerja di setiap industri,” ujarnya.
Lebih lanjut Andra menyampaikan, secara garis besar angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten, setiap waktunya mengalami penurunan seiring dengan adanya program pemerintah yang mampuh menyerap tenaga kerja lokal, seperti program MBG dan KDKMP.
“Bicara tentang pengangguran, di Banten dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Banten pada Agustus 2025 sebesar 6,69 persen, kemudian pada November 2025 angkanya turun menjadi 6,63 persen,” tandasnya. (Aldo Marantika)

