PANDEGLANG, – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 75.476 orang.
Kepala Disparbud Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang hanya sekitar 51 ribu pengunjung.
“Total kunjungan sampai 1 Januari 2026 mencapai 75.476 wisatawan. Tahun lalu di periode yang sama sekitar 51 ribu. Artinya ada peningkatan lebih dari 20 ribu orang,” terang Rahmat kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 75.287 orang. Sementara wisatawan mancanegara tercatat 189 orang.
Menurut Rahmat, peningkatan kunjungan dipengaruhi kondisi kawasan wisata Pandeglang yang relatif kondusif selama libur Nataru. Tidak adanya isu negatif seperti tahun sebelumnya turut meningkatkan minat wisatawan.
“Tahun lalu sempat ada isu yang membuat masyarakat ragu datang. Sekarang tidak ada, sehingga kepercayaan wisatawan meningkat,” ujarnya.

Disparbud juga melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga keamanan kawasan wisata. Kehadiran pejabat pusat dan daerah di lokasi wisata Pandeglang disebut turut meningkatkan rasa aman wisatawan.
“Beberapa hari sebelum puncak libur, Gubernur, Wakil Menteri Pariwisata, dan pejabat lainnya hadir langsung. Itu menunjukkan kondisi wisata Pandeglang aman dan nyaman,” katanya.
Untuk destinasi favorit, kawasan wisata pantai masih menjadi tujuan utama. Pantai Pasir Putih, Pantai Ceria Labuan, dan Pantai Gorengan Caringin dipadati pengunjung selama libur Nataru.
Selain pantai, destinasi nonpantai juga ramai dikunjungi, seperti Pemandian Air Panas Cisolong dan Curug Goong.
“Wisata alam masih menjadi primadona. Selain pantai, wisata air panas dan pegunungan juga ramai,” ujarnya.
Terkait tingkat hunian hotel, Disparbud belum menerima laporan resmi karena data masih berada di masing-masing pengelola. Meski begitu, lonjakan kunjungan wisatawan dinilai berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Mulai dari sektor perdagangan, jasa, sampai konsumsi BBM ikut bergerak,” kata Rahmat.
Selama libur Nataru, kondisi keamanan kawasan wisata terpantau relatif terkendali. Hanya satu kejadian kecelakaan laut ringan yang dilaporkan dan tidak menimbulkan korban serius.
“Hanya satu kejadian kecil dan sudah tertangani. Tidak ada kecelakaan laut besar,” tegasnya.
Ke depan, Disparbud berharap sektor pariwisata terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pariwisata diharapkan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Rahmat. (Red)

