Kadomas dan Sekitarnya Dinilai Butuh Sekolah Menengah Negeri Baru
PANDEGLANG, – Kebutuhan pembangunan sekolah menengah negeri baru di wilayah Kadomas, Kecamatan Pandeglang, dinilai semakin mendesak. Warga menilai kapasitas sekolah-sekolah negeri di pusat kota, seperti SMAN 2, SMAN 6, SMKN 1, dan SMKN 2 Pandeglang sudah tidak mampu lagi menampung peserta didik baru.
H. Ami Wahyudin, tokoh masyarakat Pabuaran, Kelurahan Kadomas, mengatakan peserta didik dari Kadomas, Kalanganyar, Mogana, Barauk, Kampung Engan, hingga wilayah perbatasan seperti Banjar dan Cikukur, kesulitan memperoleh akses ke sekolah negeri yang dekat dengan domisili mereka.
“Sudah saatnya dibangun unit sekolah baru di sekitar Jalan AMD untuk menampung siswa dari wilayah-wilayah tersebut,” ujar H. Ami Wahyudin kepada media, Sabtu (22/11/2025).
Ketua Pemuda Pabuaran, M. Apay Sarman, serta tokoh masyarakat lainnya, Madhadi, menyampaikan hal senada. Menurut mereka, banyak warga Kadomas, Kalanganyar, dan sekitarnya tidak diterima di sekolah negeri karena terkendala aturan zonasi. Berdasarkan laporan warga, titik koordinat domisili kerap melebihi batas zonasi lima kilometer yang diterapkan pada proses penerimaan peserta didik baru.
Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian kebutuhan serta memperluas akses pendidikan menengah agar pemerataan pendidikan di Kabupaten Pandeglang dapat terwujud. (Red)



