BERITA HOT

Jalan Ciparay–Warungbanten Terlupakan, Warga Citorek Minta Pemerintah Segera Bertindak

LEBAK, – Jalan Ciparay–Warungbanten di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, menyimpan sejarah panjang pertambangan Indonesia sejak masa kolonial hingga setelah kemerdekaan. Namun, di tengah nilai sejarah tersebut, kondisi jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi perekonomian warga kini dinilai semakin memprihatinkan.

Warga Citorek, Sukmadi Jaya Rukmana, mengatakan, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ruas Ciparay–Warungbanten merupakan jalur strategis untuk mengangkut material tambang dari wilayah selatan Lebak.

Setelah Indonesia merdeka, jalan tersebut kemudian dimanfaatkan PT Aneka Tambang (ANTAM) untuk mendukung mobilisasi hasil tambang, termasuk pengangkutan logam mulia dalam jumlah besar.

“Dulu jalan ini sangat ramai. Berton-ton mineral tambang diangkut melalui jalur ini. Saat itu, jalan juga dirawat oleh PT ANTAM,” ujar Sukmadi.

Menurut Sukmadi, keberadaan jalan tersebut selama bertahun-tahun tidak hanya menunjang aktivitas pertambangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Citorek dan Cibeber.

Setelah aktivitas PT ANTAM berhenti, ruas jalan tersebut kemudian menjadi jalan provinsi sehingga kewenangan pemeliharaan dan pembangunannya berada di Pemerintah Provinsi Banten.

Beberapa titik jalan, kata dia, sempat mendapat penanganan berupa pengaspalan. Namun, belakangan masyarakat mendapat informasi bahwa kewenangan ruas Ciparay–Warungbanten telah dilimpahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.

“Katanya sekarang kewenangannya sudah dilimpahkan ke pemerintah kabupaten, tetapi masyarakat belum melihat penanganan yang memadai,” katanya.

Akses Ekonomi dan Pariwisata

Sukmadi menilai Jalan Ciparay–Warungbanten tidak sekadar menjadi penghubung antarwilayah. Ruas tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Lebak.

Jalan itu juga dinilai memiliki potensi strategis untuk mendukung sektor pariwisata karena menjadi salah satu akses menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan selatan Lebak, termasuk dari arah Bogor melalui Citorek.

Selain fungsi ekonomi dan pariwisata, ruas tersebut menyimpan peninggalan sejarah. Di sepanjang jalan masih terdapat sebuah jembatan peninggalan masa kolonial yang menjadi saksi pentingnya jalur tersebut pada masa lalu.

Menurut Sukmadi, keberadaan jembatan itu menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut pernah memiliki peran penting dalam aktivitas pertambangan dan mobilisasi sumber daya alam.

“Jalan ini penuh dengan memori sejarah bangsa. Dulu begitu penting bagi negara, lalu apakah sekarang tidak lagi penting?” ujarnya.

Minta Kepastian Pemerintah

Sukmadi berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai status kewenangan Jalan Ciparay–Warungbanten. Ia juga meminta pemerintah melakukan perbaikan secara menyeluruh agar ruas tersebut kembali layak dilalui masyarakat.

Menurut dia, pembenahan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan ekonomi serta pariwisata di wilayah selatan Lebak.

“Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi ketika menginjakkan kaki di jalan ini rasanya seperti kembali ke zaman kakek-nenek kita. Entah ketika kata ‘merdeka’ belum ada atau masih berada di bawah kekuasaan Ratu Wilhelmina,” kata Sukmadi. (Red)

Deni

Recent Posts

Wagub Banten Puji QRIS: Transaksi Cepat, Transparan hingga Lintas Negara

JAKARTA, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memuji kemudahan pembayaran menggunakan Quick Response Code…

11 jam ago

Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

SERANG, – Pemprov Banten meluncurkan QRIS Samling Movement untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor…

22 jam ago

Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

DEPOK, – Gubernur Banten Andra Soni menyambangi kediaman keluarga dua jurnalis yang hilang kontak saat meliput…

1 hari ago

Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi GAK

LEBAK, – Duka menyelimuti keluarga almarhum M Bagus Khoirunas, jurnalis Kantor Berita ANTARA yang hilang…

1 hari ago

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, – Wacana menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi mendapat dukungan dari Ketua Umum Dewan Pengurus…

1 hari ago

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

PANDEGLANG, – Harapan menemukan lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang masih hilang…

2 hari ago