Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang mengalami peningkatan 89,65 persen pada semester pertama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Ivan Sofiyana, selaku Kepala Sub Bagian Evaluasi Pelaporan dan Humas RSUD Berkah Pandeglang menyatakan, bahwa nilai IKM tahun 2024 sebesar 88,56 persen. Sementara pada semester pertama 2025, nilainya naik menjadi 89,65 persen.
“Data ini kami peroleh dari hasil pengisian form survei oleh pasien maupun keluarga pasien, baik layanan rawat jalan maupun rawat inap. Formulir disediakan secara digital melalui barcode di setiap unit pelayanan,” terang Ivan Sofiyana kepada media, Jumat (01/08/2025).
Ivan Sofiyana mengatakan, ada sembilan indikator utama dalam survei IKM yaitu syarat pelayanan, prosedur, waktu tunggu, kompetensi dan perilaku petugas, kualitas layanan, tarif, sarana prasarana, hingga penanganan pengaduan.
“Kalau ada indikator yang nilainya rendah, kami tindak lanjuti lewat rapat evaluasi. Kami intervensi untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Menanggapi isu menurunnya jumlah pasien, Ivan membantah, bahwa RSUD Berkah adalah rumah sakit tipe B yang mengikuti sistem rujukan berjenjang dari BPJS.
“Pasien dari faskes tingkat pertama dirujuk ke rumah sakit tipe C dulu, baru ke tipe B seperti kami. Jadi bukan menurun, tapi mengikuti alur rujukan,” katanya.
Ivan juga menegaskan, RSUD Berkah tidak memprioritaskan persaingan dengan rumah sakit lain, baik milik swasta maupun provinsi. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pandeglang.
“Kami siap melayani siapa pun yang datang. Soal saingan, itu bukan prioritas. Yang penting masyarakat terlayani dengan baik,” tandasnya.
Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk memberikan penilaian atau masukan, karena itu dinilai penting untuk peningkatan mutu layanan rumah sakit.
“Silakan isi surveinya, kritik dan saran dari masyarakat sangat berarti bagi kami,” pintanya.(Red)



