BERITA HOT

Ikan Cumi dari Panimbang Siap Ekspor, Ini Kata Encep Wa’as?

PANDEGLANG, –Koperasi Putra Lautan yang menampung hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Sukaresmi dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, siap mengekspor sejumlah komoditas perikanan, salah satunya ikan cumi.

Ketua Koperasi Putra Lautan, Encep Wa’as, mengatakan hasil tangkapan nelayan setempat sudah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Tiongkok dan Vietnam. Selain cumi, komoditas lain yang dikirim antara lain ikan layur dan ikan cekong yang digunakan sebagai bahan sarden dan tepung ikan.

“Koperasi Putra Lautan sudah lama melakukan ekspor hasil tangkapan nelayan dari Sukaresmi dan Panimbang, termasuk cumi dan ikan cekong,” kata Encep kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, saat terjadi musim panen atau banjir ikan, koperasi melakukan pengolahan dan pembekuan. Namun, hingga kini pihaknya masih terkendala armada mobil pendingin untuk distribusi ke luar daerah.

“Saat ini kami belum memiliki armada mobil pendingin. Jadi, kalau kirim ikan masih menyewa dari perusahaan di Jakarta,” ujarnya.

Menurut Encep, Koperasi Putra Lautan menjadi satu-satunya koperasi di Kabupaten Pandeglang yang memiliki fasilitas pembekuan ikan.

Tingginya permintaan ekspor juga membuat koperasi tidak hanya menampung hasil tangkapan dari Panimbang dan Sukaresmi, tetapi juga dari wilayah lain seperti Sumur, Labuan, Cikeusik hingga Binuangeun, Lebak.

Hasil olahan tersebut dipasarkan ke berbagai daerah di dalam negeri seperti Cirebon, Cilacap, dan Jakarta, serta diekspor ke luar negeri. Setiap bulan, koperasi mampu mengirimkan 10 hingga 20 ton cumi, serta sekitar 15 ton ikan layur untuk kebutuhan ekspor.

“Untuk kualitas ekspor, kami rutin kirim setiap bulan. Minimal 10 sampai 20 ton cumi dan sekitar 15 ton ikan layur,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan koperasi membawa dampak positif bagi nelayan setempat karena membantu meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

Ikan cumi hasil tangkapan nelayan di Pandeglang siap ekspor.

Pengiriman terbesar untuk ikan cekong terjadi pada 2024, dengan volume mencapai 50 ton ikan segar dan 45 ton ikan beku per hari. Distribusi dilakukan ke berbagai daerah seperti Bali, Banyuwangi, Cilacap, dan Juana, serta ekspor ke Tiongkok dan Vietnam.

“Alhamdulillah, koperasi juga sukses mengelola tempat pelelangan ikan (TPI) Panimbang dan Sidamukti, serta selalu memenuhi target PAD untuk Pemkab Pandeglang,” ujarnya.

Encep menegaskan pihaknya akan terus menjaga komitmen bersama Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang untuk mendukung kemajuan sektor perikanan di daerah tersebut. (Red)

Editor (Deni)

Recent Posts

Wagub Dimyati Genjot Pembentukan UPZ di Perusahaan

TANGERANG, –Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong perusahaan-perusahaan di Banten segera membentuk Unit…

35 menit ago

Pulau Umang Viral Dijual Rp 61 M, DKP Banten Turun Tangan Inventarisasi

BANTEN, –Pulau Umang di Kabupaten Pandeglang jadi sorotan usai viral kabar penjualan pulau tersebut di…

2 jam ago

H. Sukri Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin KDEMI Banten

PANDEGLANG, –Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) Provinsi Banten menggelar musyawarah pemilihan ketua di Markas…

5 jam ago

Laporkan Dugaan TPPU, Ratusan Korban Penipuan Koprasi BMT Datangi Mapolda Banten

SERANG - Sebanyak 200 korba penipuan dan penggelapan dana nasabah pada Koperasi Baitul Ma'al Watamwil…

5 jam ago

Laga Dewa United FC vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton

SERANG - Laga Super League antara Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung, akan digelar…

6 jam ago

IPM Banten 2025 Naik Jadi 77,25, DPRD Sebut Bukti Kebijakan Tepat Sasaran

SERANG, –Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten tahun 2025 tercatat mencapai 77,25 poin. Angka ini…

12 jam ago