TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya Nusantara. Menurutnya, budaya merupakan identitas dan jati diri daerah yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Apsara) yang digelar Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara) di Nafiri Living World (NLW), Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Andra mengapresiasi para seniman dan pelaku seni dari seluruh kabupaten/kota di Banten yang tampil dalam kegiatan tersebut. Dia juga mengapresiasi Pusbatara yang telah menginisiasi pagelaran seni budaya tersebut.

“Apresiasi kepada seniman dan pelaku seni dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten yang tampil dalam Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Apsara),” kata Andra.

BACA JUGA :  Tinawati Andra Soni Apresiasi Petugas Kebersihan, DWP Banten Bagikan 200 Paket Sembako

Dia berharap kegiatan seni budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya dengan menjadikan seni dan budaya sebagai bagian dari atraksi wisata di berbagai destinasi unggulan Banten.

Andra kemudian menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak meninggalkan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Kepada generasi muda Banten, saya berpesan: kenalilah budaya daerah, cintailah, dan wariskan kepada generasi berikutnya. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita kehilangan jati diri,” ujarnya.

Menurut Andra, generasi muda juga perlu ikut mengembangkan budaya dengan kreativitas yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Budaya merupakan identitas yang membentuk siapa kita hari ini dan menentukan karakter kita di masa depan. Karena itu, jadilah generasi yang tidak hanya bangga menggunakan karya budaya bangsa, tetapi juga mau mempelajari, mengembangkan, dan meneruskannya dengan kreativitas sesuai perkembangan zaman,” tuturnya.

BACA JUGA :  UMK Pandeglang 2026 Naik 4,79 Persen Jadi Rp 3,36 Juta

Andra mengatakan Pemprov Banten telah memiliki Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah. Regulasi tersebut menjadi landasan untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, serta membina kebudayaan daerah.

Dia berharap Pusbatara dapat menjadi mitra strategis Pemprov Banten dalam menjalankan program pemajuan kebudayaan.

“Pusbatara diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam mengimplementasikan pemajuan kebudayaan, khususnya melalui penguatan ruang-ruang ekspresi seni, pelestarian budaya, pemberdayaan seniman, serta regenerasi pelaku budaya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Pusbatara Suwandy Tasmadi mengatakan Apsara mengusung tema alam Nusantara. Kegiatan tersebut menjadi upaya mengajak generasi muda kembali mencintai budaya Nusantara.

“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten khususnya Bapak Gubernur Andra Soni dan Ibu Gubernur yang memberikan perhatian pada kegiatan pelestarian budaya Nusantara melalui Pusbatara,” kata Suwandy.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Tinjau Jalan Poros Desa di Tangerang, Jadi Prioritas Program Bang Andra

Ketua Panitia Apsara Arif Sanjaya menambahkan, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk merawat budaya Nusantara sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap dicintai generasi penerus.

“Semoga pagelaran ini menumbuhkan rasa bangga kepada generasi muda untuk menjaga alam dan budaya Nusantara,” ujar Arif. (Red)