SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan pondok pesantren dalam membina generasi muda.
Menurut Andra, pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Ibu-ibu membawa niat yang luar biasa. Untuk kemaslahatan umat, kami siap mendukung,” kata Andra saat menerima kunjungan Pengurus Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang, Senin (7/9/2026).
Andra menilai pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan berbasis pesantren, harus terus diperkuat.
Menurutnya, kerja sama dengan JPPPM menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas SDM, memperkuat pemberdayaan perempuan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pondok pesantren itu penting. Pemprov Banten mesti banyak berkolaborasi untuk mengedukasi para santriwati. Kami siap bersinergi dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama, yaitu masyarakat Banten yang sejahtera,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris JPPPM Provinsi Banten, Nyai Hafsoh, menjelaskan JPPPM merupakan organisasi yang secara kultural berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Organisasi tersebut beranggotakan para ibu nyai, istri kiai pengasuh pondok pesantren, serta mubaligah atau pendakwah perempuan.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Huda Kedung, Kabupaten Tangerang itu mengatakan, JPPPM selama ini fokus mengembangkan umat melalui jalur pendidikan dan dakwah.
“Aktivitas JPPPM meliputi pengajian atau majelis taklim, dakwah bil haq, dakwah bil lisan, serta memperhatikan perkembangan masyarakat dari segi pendidikan sesuai dengan kemampuan kami,” jelas Nyai Hafsoh.
Ia menambahkan, JPPPM membutuhkan sinergi dengan pemerintah agar berbagai program dan cita-cita organisasi dapat berjalan lebih optimal.
“Oleh karena itu, kami perlu bersinergi dengan pemerintah agar mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan cita-cita kami menjadi anfaul linnas, yakni manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tambahnya.
Usai audiensi, Andra mengajak jajaran pengurus JPPPM berkeliling kompleks Gedung Negara Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, para pengurus JPPPM diperlihatkan sejumlah percontohan program pemberdayaan masyarakat yang berada di kawasan Rumah Dinas Gubernur Banten.
Mulai dari kandang ayam petelur, ayam kampung, kolam ikan lele dengan sistem bioflok, hingga kolam ikan mas.
Program percontohan itu menjadi gambaran pengembangan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat terus diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren.(Red)


