GAYA HIDUP

Gerakan Pandeglang Bersih Gelar Aksi di Istana Negara, Protestasikan Dugaan Pencemaran Lingkungan

JAKARTA, – Tidak adanya respons dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait dugaan pencemaran lingkungan mendorong masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pandeglang Bersih menggelar aksi demonstrasi di Istana Negara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Gerakan Pandeglang Bersih terdiri dari unsur masyarakat Kecamatan Sobang–Panimbang, mahasiswa, dan pemuda di Kabupaten Pandeglang. Pada Senin (24/11/2025), aliansi tersebut resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Polda Metro Jaya, Mabes Polri, KLHK, dan Presiden RI.

Sebelumnya, warga bersama mahasiswa dan pemuda telah berulang kali menyampaikan aspirasi di tingkat daerah terkait dugaan pencemaran lingkungan dan menurunnya kualitas kesehatan lingkungan akibat aktivitas perusahaan CV Gari Setiawan Makmur (CV GSM), yang kini berganti nama menjadi PT Gari Setiawan Makmur, di wilayah Panimbang. Warga menilai aktivitas perusahaan tersebut merugikan masyarakat sekitar, termasuk sektor pendidikan.

Koordinator Aksi Gerakan Pandeglang Bersih, Entis Sumantri, menyatakan bahwa aksi di tingkat nasional dilakukan sebagai bentuk konsistensi masyarakat dalam mengawal persoalan lingkungan di Pandeglang.

“Surat aksi sudah kami sampaikan ke Polda Metro Jaya, dengan tembusan kepada Mabes Polri, KLHK, dan Presiden RI. Kami akan menggelar aksi di Istana Negara,” ujar Entis.

Entis menambahkan, aksi tersebut merupakan puncak dari kekecewaan warga karena pemerintah daerah dinilai tidak memberikan respons atau solusi atas aspirasi masyarakat.

“Kami sangat kecewa. Pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. Kami menduga CV GSM beroperasi tanpa legalitas yang jelas sejak mulai beroperasi pada 2023,” ujarnya.

Menurut Entis, massa aksi membawa persoalan ini ke pemerintah pusat karena muncul dugaan adanya pihak tertentu di tingkat nasional yang disebut menjadi “backing” perusahaan sehingga membuat pemerintah daerah kesulitan mengambil tindakan.

Aksi demonstrasi direncanakan berlangsung pada 28 November 2025. Aliansi mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda untuk ikut mengawal perjuangan warga terdampak.

“Kami sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah daerah yang mengabaikan aspirasi masyarakat dan mengesampingkan aturan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir,” kata Entis.

Aliansi juga menilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang tidak maksimal menjalankan fungsi pengawasan.

“Fungsi kontrol DPRD Pandeglang tidak terlihat. Mereka seolah bersembunyi di balik pemerintah dan perusahaan. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus perwakilan warga terdampak, H. Abdul Halim, menyatakan bahwa masyarakat memilih datang ke Jakarta untuk menyampaikan langsung tuntutan kepada Presiden RI.

“Kami datang ke ibu kota agar suara kami didengar langsung oleh Bapak Presiden. Kami sudah lelah dengan janji pemerintah daerah. Yang kami butuhkan adalah lingkungan yang sehat,” tuturnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Peringati Hari Bumi 2026, Tinawati: Bumi Sehat Warisan Terbaik Anak Cucu

TANGERANG, –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari…

5 jam ago

Memiliki Daya Tarik Ekonomi, Banten Jadi Tujuan Migrasi Penduduk

CILEGON, –Provinsi Banten menjadi salah satu tujuan migrasi penduduk dari berbagai daerah karena dinilai memiliki…

6 jam ago

Andra Soni Gandeng Muhammadiyah, Bentengi Anak dari Dampak Negatif Digital

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni tak mau generasi muda terseret arus negatif dunia digital. Ia…

6 jam ago

Ali Hanafiah Terpilih Jadi Ketua Umum FHI Banten Lewat Muslub

SERANG, –Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub) di Aula Pondok…

8 jam ago

Ketua LSM Turun Gunung, Ikut Tanam Pohon di Pulosari

PANDEGLANG, –Ketua LSM Hijau Persada, Oman, tak cuma bicara soal lingkungan. Ia turun langsung ikut…

12 jam ago

KPK Temukan 8 Potensi Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi…

13 jam ago