JAKARTA, – Gubernur Banten Andra Soni menggandeng Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) untuk memperkuat manajemen talenta dan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan birokrasi profesional yang berorientasi pada hasil dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Andra Soni saat bertemu Kepala LAN RI Muhammad Taufiq di Kantor Pusat LAN RI, Jalan Veteran Nomor 10, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Pertemuan itu membahas pengembangan program ASN Corporate University (ASN Corpu), pengelolaan karier berbasis manajemen talenta, hingga penyiapan ASN untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Andra Soni mengatakan, pengembangan kompetensi ASN tidak boleh sekadar berfokus pada pelatihan dan peningkatan pengetahuan. Lebih dari itu, kompetensi yang dimiliki aparatur harus mampu meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
“Pengembangan kapasitas aparatur harus benar-benar berdampak pada kinerja pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Andra.
Menurutnya, ASN harus mampu menerapkan keahlian untuk mencapai target organisasi, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata.
Karena itu, Pemprov Banten mendorong agar setiap program pemerintahan memiliki indikator capaian yang jelas dan terukur, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.
Penempatan ASN Harus Sesuai Kompetensi
Selain pengembangan kompetensi, Andra Soni menekankan pentingnya objektivitas dalam penempatan dan pengembangan karier ASN. Menurutnya, setiap jabatan harus diisi oleh aparatur yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan organisasi.
“Penempatan ASN harus berdasarkan kompetensi dan kemampuan,” tegasnya.
Ia menilai, penempatan aparatur yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan mencapai target pembangunan daerah.
Untuk itu, Pemprov Banten terus mendorong penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari penguatan sistem merit. Dalam sistem ini, potensi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan karier ASN.
LAN RI Apresiasi ASN Corpu Banten
Sementara itu, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi upaya Pemprov Banten dalam mengembangkan kompetensi aparatur melalui program ASN Corporate University.
“Kami mengapresiasi pengembangan ASN Corporate University di Banten,” kata Taufiq.
ASN Corpu merupakan sistem pembelajaran yang menghubungkan pengembangan kompetensi aparatur dengan kebutuhan organisasi dan prioritas pembangunan daerah. Melalui pendekatan ini, peningkatan kapasitas ASN diharapkan berujung pada perbaikan kinerja dan mutu pelayanan publik.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang penerapan manajemen talenta melalui proyek percontohan (pilot project) di tingkat desa. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan aparatur yang adaptif terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat hingga tingkat lokal.
Melalui kerja sama dengan LAN RI, Pemprov Banten berharap dapat memperkuat tata kelola birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan capaian nyata dan terukur.
Turut mendampingi Andra Soni dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten Ai Dewi Suzana, Kepala BPSDM Provinsi Banten Deni Hermawan, Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda Provinsi Banten Aan Fauzan Rahman, serta Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. (Red)


