BERITA HOT

Gadis di Pandeglang Babak Belur Diduga Dianiaya Kekasih karena Cemburu

PANDEGLANG, – Nasib pilu dialami seorang gadis di Kabupaten Pandeglang. Remaja berinisial Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Mekarjaya, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan kekasihnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada 3 Mei 2026 lalu. Saat itu, korban hendak pulang dan dijemput oleh terduga pelaku berinisial T.

Namun, alih-alih mengantarkan korban pulang, pelaku justru membawa Bunga ke arah Rangkasbitung dengan alasan hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Korban yang masih duduk di bangku kelas XI itu mengaku, di tengah perjalanan pelaku mulai menginterogasinya dengan nada emosi karena diduga diliputi rasa cemburu.

“Deket sama siapa lu anjing,” ujar Bunga menirukan ucapan terduga pelaku saat ditemui wartawan, Senin (11/5/2026).

Bunga mengaku mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik yang dilakukan pelaku.

“Pertama rambut saya dijambak, mata saya ditonjok, baju saya dirobek, dada saya dicakar, muka saya digigit, dan terakhir kepala saya dibenturkan ke kepala dia,” tutur Bunga dengan nada lirih.

Korban mengatakan sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku dan kaca mobil. Ia juga sempat berteriak meminta pertolongan kepada pedagang asongan, namun mulutnya dibekap oleh pelaku.

Bunga berharap terduga pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diketahui, pelaku beralamat di Kampung Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Sementara itu, ayah korban, Beni, mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia menyebut putrinya kini sering melamun setelah mengalami dugaan penganiayaan tersebut.

“Anak saya sekarang suka sering melamun, Pak. Hancur hati saya sebagai ayahnya,” ucap Beni sambil menahan tangis.

Beni mengaku sempat ragu melanjutkan laporan kasus tersebut. Namun demi memperjuangkan keadilan bagi anaknya, pihak keluarga akhirnya sepakat menempuh jalur hukum.

“Awalnya saya ragu, tapi demi keadilan anak saya, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan proses hukum. Urusan hasil biar Allah yang menentukan,” ujarnya.

Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berharap keadilan berpihak kepada kami dan pelaku segera diproses sesuai hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut. (Yus)

Deni

Recent Posts

PKB Pandeglang Verifikasi Struktur Kepengurusan di 35 PAC

PANDEGLANG, –DPC PKB Pandeglang tengah melakukan verifikasi dan validasi struktur kepengurusan di seluruh tingkatan. Salah…

6 jam ago

Gubernur Andra Soni Dukung Pembinaan Atlet Hoki, Siap Tingkatkan Prestasi Banten

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya mendukung peningkatan prestasi atlet hoki di Provinsi Banten.…

8 jam ago

Gubernur Andra Soni Apresiasi Sinergi Denpom III/4 Serang Jaga Kondusivitas Banten

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Detasemen Polisi…

11 jam ago

100 Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang Sambut 11 Muharam 1448 H

PANDEGLANG, –Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang menggelar santunan bagi 100 anak yatim…

13 jam ago

SEMMI Banten Dukung Penuh Pra-SPMB Andra Soni, Validasi Data Dinilai Cegah Kesalahan Administrasi

Bantenonline.com – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Banten memberikan dukungan penuh terhadap…

16 jam ago

Andra Soni Tegaskan Pembentukan Badan Usaha WPR Masih Tunggu Aturan ESDM

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembentukan badan usaha untuk pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)…

1 hari ago