EDUKASI

Kejar Target Produksi Padi 404.659 Ton, Distan Pandeglang Genjot Benih Unggul

PANDEGLANG, –Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang tancap gas mengejar target produksi padi 404.659 ton sampai bulan April 2026. Target tersebut ditetapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Untuk mendukung capaian itu, Distan Pandeglang melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyalurkan bantuan benih unggul berlabel kepada kelompok tani di 35 kecamatan.

Varietas yang didorong salah satunya padi genjah yang mampu mempercepat masa panen dari 120 hari menjadi sekitar 80 hari.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Pandeglang, Nuridawati mengatakan, penyaluran benih unggul dilakukan secara merata guna meningkatkan produktivitas pertanian.

“Target produksi ini merupakan penetapan dari pemerintah pusat. Tugas kami di daerah adalah mengoptimalkan berbagai program agar target tersebut tercapai, salah satunya melalui penyaluran benih unggul berlabel kepada kelompok tani di 35 kecamatan,” ungkap Nuridawati kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, penggunaan varietas unggul genjah diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mempercepat siklus tanam petani.

Selain bantuan benih, Distan Pandeglang juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Antisipasi dilakukan dengan menyediakan buffer stok pestisida dan alat pengendalian hama tikus bantuan pemerintah pusat.

“Ketika ada laporan serangan hama dari lapangan, kami langsung berkoordinasi dengan penyuluh dan menyalurkan bantuan pengendalian dari stok yang tersedia. Respons cepat sangat penting agar produktivitas petani tidak terganggu,” katanya.

Ia menegaskan, peran penyuluh pertanian di tingkat kecamatan sangat penting karena menjadi penghubung antara kebijakan dinas dengan implementasi program di lapangan.

Namun demikian, Distan Pandeglang masih menghadapi tantangan dalam tata niaga hasil panen. Sebagian besar hasil produksi petani masih banyak dibawa ke luar daerah seperti Karawang, Lampung dan Subang.

Menurut Nuridawati, kondisi tersebut terjadi karena petani masih bergantung kepada tengkulak yang membantu kebutuhan modal produksi, mulai dari pupuk hingga biaya operasional tanam.

“Kami berharap keberadaan program Koperasi Merah Putih ke depan bisa menjadi solusi akses permodalan bagi kelompok tani, sehingga petani tidak lagi terlalu bergantung kepada tengkulak dan hasil panen lebih banyak terserap di daerah sendiri,” tuturnya.

Distan Pandeglang optimistis target produksi padi tahun 2026 dapat tercapai melalui dukungan benih unggul, penguatan peran penyuluh, penanganan cepat serangan hama, hingga pembenahan akses permodalan petani. (Yus)

Deni

Recent Posts

PKB Pandeglang Verifikasi Struktur Kepengurusan di 35 PAC

PANDEGLANG, –DPC PKB Pandeglang tengah melakukan verifikasi dan validasi struktur kepengurusan di seluruh tingkatan. Salah…

3 jam ago

Gubernur Andra Soni Dukung Pembinaan Atlet Hoki, Siap Tingkatkan Prestasi Banten

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya mendukung peningkatan prestasi atlet hoki di Provinsi Banten.…

5 jam ago

Gubernur Andra Soni Apresiasi Sinergi Denpom III/4 Serang Jaga Kondusivitas Banten

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Detasemen Polisi…

8 jam ago

100 Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang Sambut 11 Muharam 1448 H

PANDEGLANG, –Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang menggelar santunan bagi 100 anak yatim…

10 jam ago

SEMMI Banten Dukung Penuh Pra-SPMB Andra Soni, Validasi Data Dinilai Cegah Kesalahan Administrasi

Bantenonline.com – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Banten memberikan dukungan penuh terhadap…

13 jam ago

Andra Soni Tegaskan Pembentukan Badan Usaha WPR Masih Tunggu Aturan ESDM

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembentukan badan usaha untuk pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)…

1 hari ago