EKONOMI

Eksotis, Alami, dan Memikat: Surga Ekowisata Banten yang Jarang Diketahui

Oleh: Kartini Mega Dzikrullah

Banten selama ini identik sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan kawasan industri dan pelabuhan. Namun di balik itu, provinsi ini menyimpan beragam destinasi ekowisata yang masih alami dan belum banyak tersentuh wisatawan.

Mulai dari pulau tropis, hutan mangrove, hingga pegunungan dan desa wisata, Banten menawarkan pengalaman wisata berbasis alam yang autentik. Berikut sejumlah destinasi ekowisata di Banten yang memikat namun masih jarang diketahui:

*Pulau Peucang

Pulau Peucang dikenal sebagai surga kecil dengan perpaduan keindahan laut dan darat. Pasir putih yang halus serta air laut jernih menjadikannya spot snorkeling favorit. Terumbu karang yang terjaga menjadi habitat berbagai biota laut.

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat melihat rusa liar yang berkeliaran bebas di sekitar penginapan. Pengelolaan wisata yang dibatasi membuat ekosistem tetap lestari dan menjadikan Pulau Peucang sebagai contoh ideal ekowisata bahari.

*Pulau Handeuleum

Berbeda dari Peucang, Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman eksplorasi hutan mangrove dan sungai. Wisatawan dapat menyusuri sungai dengan kano sambil mengamati satwa liar seperti burung, monyet ekor panjang, hingga jejak banteng.

Suasana yang tenang dan minim gangguan menjadikan pengalaman di sini terasa lebih alami dan edukatif.

*Gunung Karang

Potret Gunung Karang di atas

Bagi pecinta pendakian, Gunung Karang menawarkan jalur yang menantang dengan hutan yang masih asri. Kabut tipis, udara sejuk, dan suara alam menciptakan suasana menenangkan.
Pendaki diimbau menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan prinsip ekowisata yang bertanggung jawab.

*Curug Putri Tahura

Air terjun ini berada di kawasan hutan konservasi dengan suasana yang masih sangat alami. Akses menuju lokasi cukup menantang karena harus trekking, namun hal tersebut justru menjaga keasrian kawasan.
Curug ini cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman menyatu dengan alam.

*Rawa Dano

Rawa Dano merupakan cagar alam dengan ekosistem rawa air tawar yang unik. Kawasan ini sering diselimuti kabut, menciptakan suasana tenang dan mistis.
Aktivitas yang dilakukan umumnya berupa penelitian, fotografi alam, dan pengamatan burung, dengan akses terbatas untuk menjaga kelestarian.

*Desa Wisata Cikolelet

Desa ini menawarkan wisata berbasis masyarakat, mulai dari bertani, kerajinan, hingga kuliner tradisional. Selain itu, terdapat sejumlah curug tersembunyi yang masih alami dan belum banyak terekspos. Perjalanan menuju lokasi curug dilakukan dengan trekking ringan hingga menengah, memberikan pengalaman petualangan sekaligus relaksasi.

*Pantai Bagedur

Pantai Bagedur memiliki garis pantai panjang dengan pasir cokelat yang khas. Suasana yang masih sepi membuat wisatawan dapat menikmati ketenangan serta berinteraksi dengan nelayan lokal.
Minimnya pembangunan turut menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

*Situ Gunung

Situ Gunung menawarkan danau alami yang dikelilingi hutan dan perbukitan hijau. Destinasi ini cocok untuk relaksasi, trekking ringan, hingga berkemah.
Suasana yang sejuk dan tenang menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat.

Potensi Besar, Tantangan Nyata
Ekowisata di Banten dinilai masih belum terkomersialisasi secara masif seperti di Bali atau Yogyakarta. Hal ini justru memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik.

Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses, minimnya promosi, hingga infrastruktur yang belum memadai. Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan wisatawan juga berpotensi merusak ekosistem.

Karena itu, pengembangan ekowisata di Banten perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan pelestarian alam dan kearifan lokal.

Ekowisata Banten bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman menyeluruh yang menggabungkan keindahan alam, edukasi lingkungan, dan interaksi budaya. Justru karena belum banyak diketahui, pesonanya menjadi semakin istimewa. (*)

Deni

Recent Posts

Komisi IV DPRD Pandeglang Desak Polisi dan Inspektorat Usut Kasus Obat Keras Hilang di RSUD Aulia Menes

PANDEGLANG, –Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang mendesak kepolisian dan Inspektorat mengusut tuntas kasus hilangnya ratusan…

8 jam ago

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Banten Sebut Sinergi Antar Lembaga Berbuah WTP 10 Kali

SERANG, –DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran…

10 jam ago

Hadiri Raker APPSI, Andra Soni Sebut UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah

LOMBOK BARAT, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat pemberdayaan usaha…

10 jam ago

KH Aman Syairi AS Wafat, Alumni STAI Babunnajah: Kami Kehilangan Guru dan Sosok Orang Tua

PANDEGLANG, –Kabar duka datang dari dunia pendidikan Islam dan Nahdlatul Ulama (NU) di Banten. Ulama…

13 jam ago

Ketua DPRD Pandeglang Apresiasi TMMD ke-129: Buka Akses Jalan hingga Dongkrak Ekonomi Warga

PANDEGLANG, –Ketua DPRD Pandeglang H. Tb. Agus Khotibul Umam mengapresiasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun…

14 jam ago

TMMD Ke-129 Kodim 0601/Pandeglang Dimulai, TNI Tancap Gas Bangun Infrastruktur Desa

PANDEGLANG, –Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0601/Pandeglang resmi dimulai.…

15 jam ago