PANDEGLANG, –Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Dede Sumantri, menilai potensi pajak parkir di kawasan wisata dan kantong-kantong parkir belum tergarap secara optimal.

Ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat untuk memaksimalkan sektor tersebut sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dede yang juga Ketua Fraksi PKS mengatakan, lonjakan kunjungan wisatawan saat hari libur dan akhir pekan seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan penerimaan daerah, khususnya dari pajak parkir.

“Pada hari libur, banyak wisatawan datang ke Pandeglang. Mereka memarkir kendaraan di tempat wisata dan menginap di hotel. Itu seharusnya menjadi potensi pajak parkir bagi daerah,” ujar Dede kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, kondisi serupa terjadi saat libur Idulfitri, ketika arus kendaraan menuju sejumlah objek wisata di Pandeglang meningkat signifikan hingga memicu kemacetan.

BACA JUGA :  D'jajan Kopi, Tempat Makan Steak Dengan Harga Murah Meriah di Tangsel

Ia menilai, peningkatan jumlah kendaraan tersebut seharusnya berbanding lurus dengan penerimaan pajak parkir.

“Hal ini perlu menjadi perhatian dan dikelola secara serius oleh pemerintah agar bisa digali sebagai potensi pajak parkir, di luar PAD dari retribusi parkir yang selama ini dikelola pihak ketiga,” kata dia.

Dede menyatakan optimistis pajak parkir dapat menjadi salah satu sumber peningkatan PAD jika dikelola secara maksimal dan terintegrasi.

Ia juga meminta Bapenda memetakan objek-objek yang telah membayar pajak parkir dan yang belum. Menurut dia, wajib pajak yang patuh perlu diapresiasi, sementara yang belum harus diingatkan.

“Setelah dipetakan, perlu ditetapkan dasar pembayaran pajak parkir, apakah melalui karcis atau alat penghitung kendaraan yang masuk ke lokasi wisata maupun area parkir,” tutupnya. (Yus)

BACA JUGA :  Badak Jawa Jantan Berhasil Ditranslokasi ke Kawasan Konservasi Khusus di Ujung Kulon