JAKARTA L, –Gubernur Banten Andra Soni tak mau setengah hati. Di forum nasional yang digelar Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Rabu (4/3/2026), Gubernur Banten itu blak-blakan membeberkan jurus pengentasan kemiskinan ala Banten.
Bukan cuma bansos! Andra menegaskan, kini saatnya fokus ke pemberdayaan masyarakat.
Dalam forum yang dipandu Frisca Clarissa, Pemprov Banten bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam program pengentasan kemiskinan. Dua jurus andalan dipamerkan: Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Sekolah Gratis.
“Kami ini menjalankan arahan pemerintah pusat. Salah satunya lewat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Ini prinsip yang harus kita kerjakan bersama,” tegas Andra.
Jalan Desa Digas, Ekonomi Ngebut!
Menurut Andra, selama ini desa kurang diperhatikan. Akses terbatas, ekonomi seret, pendidikan ikut tersendat.
Karena itu, Pemprov Banten turun tangan membangun jalan desa.
“Pemprov bertanggung jawab membantu infrastruktur kehidupan desa,” ujarnya.
Harapannya, Bang Andra bisa mendongkrak produktivitas desa, terutama sektor pertanian. Ujung-ujungnya? PDRB Banten ikut terdongkrak.
Andra pun membeberkan data.
“Perekonomian Banten tahun 2025 tumbuh 5,37 persen (y-on-y). PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp936,20 triliun,” bebernya optimistis.
Sekolah Gratis Tembus 60 Ribu Anak
Tak cuma infrastruktur, sektor pendidikan juga jadi senjata utama. Program Sekolah Gratis kini membiayai 60.705 siswa yang tak tertampung di sekolah negeri.
Kerja samanya tak main-main. Ada 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan SKh digandeng.
“Anggarannya sekitar Rp165 miliar untuk satu angkatan. Tahun ini akan naik lagi,” ungkap Andra.
Tahun 2026, program ini bahkan akan merambah Madrasah Aliyah. Meski sempat ada keraguan soal kewenangan karena madrasah di bawah Kementerian Agama, Andra tetap optimistis.
“Mudah-mudahan BPK dan pemeriksa punya pemahaman yang sama,” katanya
Cak Imin: Kelas Menengah Makin Rapuh!
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengingatkan, kemiskinan masih jadi tantangan serius.
“Kelas menengah menurun, masyarakat rentan miskin meningkat signifikan. Ini tanda ekonomi belum kokoh,” tegasnya.
Menurutnya, guncangan ekonomi sedikit saja bisa bikin kelompok rentan jatuh miskin. Padahal, belanja kelas menengah jadi penopang pertumbuhan nasional.
Cak Imin mengingatkan target besar: nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan angka kemiskinan 5 persen pada 2029.
“Perlindungan sosial saja tidak cukup. Perlu pemberdayaan sosial,” tandasnya.
Ia juga menegaskan, pemda yang sukses menekan kemiskinan bakal diganjar insentif fiskal dari Kementerian Keuangan.
Forum ini juga menghadirkan Deputi Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PMK Leontinus Alpha Edison, Sekretaris Satgas Konvergensi Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Niken Ariati, serta perwakilan Yayasan Tsu Tji Andri Manongko.
Pesannya jelas: bansos penting, tapi pemberdayaan adalah kunci. Banten pun pede jadi contoh. (Red)

