SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni terus mengawal operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (10/9/2026), Andra turun langsung memantau operasi dari Posko Terpadu Carita, Kabupaten Pandeglang. Sebanyak 11 unsur kapal dan sekitar 300 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut.

Andra mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) operasi SAR yang dipimpin Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Rakor turut dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki serta jajaran tim SAR gabungan.

Usai rakor, Andra menegaskan Pemprov Banten memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian yang secara teknis berada di bawah kendali Basarnas.

“Secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian,” ujar Andra kepada wartawan, Kamis (10/9/2026) usai melakukan monitoring di Posko Pencarian Carita.

BACA JUGA :  PWI Tingkatkan Tata Kelola dengan Sertifikasi GRC

Menurutnya, kondisi cuaca, arah angin hingga paparan abu vulkanik GAK menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan tim di lapangan. Keselamatan personel, kata dia, tetap menjadi prioritas.

“Semua kondisi di lapangan terus dikoordinasikan bersama Tim SAR Gabungan. Kita percayakan pelaksanaan teknis kepada Basarnas bersama seluruh unsur,” katanya.

Andra juga mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Polri, unsur SAR dari Provinsi Lampung, serta masyarakat yang ikut terlibat dalam pencarian.

“Kami menyampaikan terima kasih. Semua bekerja sesuai tugas dan kewenangannya serta terkoordinasi dalam satu operasi SAR,” tuturnya.

11 Kapal Dikerahkan

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pencarian hari ketiga memprioritaskan penyisiran melalui jalur laut dan udara.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Komitmen Optimalkan Program Strategis Presiden Prabowo di Banten

Area pencarian mencakup sejumlah sektor di sekitar GAK, termasuk Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Wilayah pencarian diperluas berdasarkan evaluasi operasi serta analisis arah angin, arus dan gelombang.

Sebanyak 11 unsur kapal dikerahkan. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KRI Lepu, KRI Leuser, KRI Karambit dan RBB Pulau Peucang.

Operasi turut didukung thermal drone, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi dan sejumlah sarana pendukung lainnya.

“Unsur utama dalam pencarian adalah laut dan udara. Namun, operasi yang kita laksanakan tentunya harus mengikuti prosedur. Artinya, operasi tetap dilaksanakan dengan batasan-batasan keselamatan yang ketat,” kata Syafii.

BACA JUGA :  100 Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang Sambut 11 Muharam 1448 H

Dari wilayah Lampung, tim SAR juga melakukan penyisiran di sekitar GAK, Pulau Sebesi hingga Pulau Legundi. Unsur lainnya menyisir sektor yang telah ditentukan dalam Peta Operasi Pencarian dan Pertolongan (SARMAP).

Syafii menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas mutlak, khususnya saat tim memasuki wilayah berisiko tinggi.

“Kalau memang ada tanda-tanda korban berada di dalam lokasi tersebut, tentunya dengan kemampuan serta sarana dan prasarana yang dimiliki, tim SAR akan masuk dengan tetap memperhatikan jaminan keselamatan,” ujarnya.

Basarnas memastikan evaluasi dilakukan secara berkala berdasarkan perkembangan di lapangan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah taktis pencarian berikutnya. (Red)