SERANG, –Setahun kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengakselerasi delapan program prioritas. Program itu diklaim menjadi fondasi menuju Banten yang maju, adil merata, dan bebas korupsi.

Delapan program tersebut yakni Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.

Infrastruktur Desa Digeber

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa pada 2025. Rinciannya 61 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 67,87 kilometer.

Pada APBD 2026, Pemprov kembali menganggarkan Rp 167,4 miliar untuk pembangunan 46,71 kilometer infrastruktur desa.

“Program Bang Andra akan terus dikembangkan untuk menghadirkan keadilan pembangunan antarwilayah,” kata Andra.

BACA JUGA :  HUT Kemerdekaan ke-80, Jadi Momentum Kepemimpinan Dewi-Iing Untuk Rakyat Sejahtera

Selain itu, dibangun 389 unit rumah tidak layak huni, jalan lingkungan sepanjang 407,432 kilometer, drainase 75,778 kilometer, 12 unit MCK, 10 Posyandu, 22 gedung serbaguna, hingga bantuan listrik bagi 7.000 rumah tangga sasaran.

RS Baru dan Cek Kesehatan Gratis
Di sektor kesehatan, Pemprov meresmikan sejumlah fasilitas seperti Gedung Bunker Radioterapi dan Kemoterapi di RSUD Banten, RSUD Uwes Qorny Cilograng di Lebak, serta RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan di Pandeglang.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan 38 persen masyarakat Banten pada 2025. Untuk deteksi tuberkulosis (TBC), capaian penemuan kasus mencapai 107 persen, melampaui target provinsi dan nasional.

60 Ribu Siswa Ikut Sekolah Gratis

Di bidang pendidikan, Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta diikuti 801 sekolah dengan 60.705 siswa terverifikasi pada tahun pertama pelaksanaan.

BACA JUGA :  Puluhan Truk Pasir Rusak Jalan Pandeglang, Warga Keluhkan Jalan Amblas

Selain itu, ada Program Sarjana Penggerak Desa dengan beasiswa hingga Rp 20 juta per orang untuk bidang pertanian, perikanan, hingga teknologi informasi.

Ekonomi Tumbuh 5,37 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan mencapai 5,64 persen secara tahunan.

Produksi padi 2025 tercatat 1,77 juta ton GKG atau naik 14,41 persen dibanding 2024. Banten juga masuk 10 besar nasional sebagai produsen padi.

Investasi Tembus Rp 130,2 Triliun

Realisasi investasi Januari–Desember 2025 mencapai Rp 130,2 triliun. Angka itu melampaui target daerah dan nasional, serta menyerap 214.216 tenaga kerja.

WTP ke-9 dan Peringkat Nasional

BACA JUGA :  Wagub Banten: Haul Wujud Nyata Cinta dan Penghormatan kepada Orang Tua

Dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya berturut-turut.

Indeks SPBE 2025 naik menjadi 3,69 (kategori sangat baik). Indeks Reformasi Hukum menempatkan Banten di peringkat II nasional dengan skor 99,64. Sementara skor Survei Penilaian Integritas (SPI) meningkat menjadi 73,22.

Direktur Korsup Wilayah II KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang mengapresiasi kenaikan skor integritas tersebut, meski masih mendorong peningkatan lebih lanjut.

Aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai kepemimpinan Andra selama setahun dinilai responsif terhadap keluhan masyarakat.

Sementara akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Teguh Aris Munandar, menyebut program Pemprov Banten kini lebih berbasis kebutuhan masyarakat ketimbang sekadar serapan anggaran. (Red)