PANDEGLANG, –Kabar berat datang dari Pemerintah Desa Munjul, Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Kepala Desa Munjul, Iip Suramiharja, menyampaikan surat terbuka yang menyentuh hati kepada seluruh warga desa.

Dalam suratnya, ia mengakui dengan jujur bahwa pemerintah desa tidak lagi mampu melayani seperti tahun-tahun sebelumnya. Bukan karena lelah mengabdi atau berhenti peduli, melainkan karena kondisi anggaran yang kini jauh menyusut.

“Dana Desa yang kami terima saat ini tinggal sekitar sepertiga dari tahun sebelumnya. Sepertiga anggaran, namun harapan warga tetap utuh,” tulisnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada sejumlah program yang selama ini dirasakan masyarakat. Pemerintah desa mengaku tidak lagi mampu membangun dan memperbaiki jalan-jalan desa yang rusak seperti sebelumnya. Perbaikan saluran irigasi yang menyangkut sawah dan hasil panen warga pun terpaksa tertunda.

BACA JUGA :  Rumah Nenek Arti di Pandeglang Nyaris Ambruk, Belum Tersentuh Program RTLH

Tak hanya itu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk posyandu, penyediaan wifi gratis sebagai sarana belajar anak-anak, hingga penyaluran BLT Dana Desa dalam jumlah seperti tahun-tahun lalu juga tidak bisa lagi direalisasikan secara maksimal.

Bahkan, dalam suratnya, kepala desa dengan berat hati menyatakan bahwa jika bencana datang, pemerintah desa kemungkinan tidak bisa berbuat banyak seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Banyak kebutuhan warga lainnya yang terpaksa harus kami tunda, bukan karena kami tak mau, melainkan karena kami tak mampu,” tulisnya lagi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepedulian dan rasa tanggung jawab pemerintah desa tidak berkurang sedikit pun. Dalam kondisi serba terbatas, pihaknya berkomitmen menjaga amanah rakyat dengan jujur, terbuka, dan adil.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Lantik 23 Pejabat Eselon II Pemprov Banten, Ini Yang Disampaikan? 

Di akhir suratnya, ia mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Ketika dana berkurang, yang tidak boleh ikut berkurang adalah kebersamaan, kepedulian, dan keyakinan bahwa desa ini harus dibangun bersama,” pesannya.

Surat terbuka ini pun menjadi cerminan kejujuran sekaligus kegelisahan pemerintah desa dalam menghadapi keterbatasan anggaran, seraya berharap dukungan dan pengertian dari seluruh masyarakat. (Red)