PANDEGLANG, – PT Rancawiru Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi membangun kawasan Desa Ternak Agro Eduwisata di Desa Pasirmae, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang.
Desa Ternak Agro Eduwisata merupakan konsep pembangunan wilayah perdesaan terpadu yang menggabungkan sektor peternakan, edukasi, dan pariwisata. Pengembangan kawasan ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Konsep tersebut mengintegrasikan budidaya ternak seperti domba, kambing perah, sapi, dan unggas dengan sektor pertanian dalam satu kawasan wisata.
Selain itu, kawasan ini juga menyediakan sarana edukasi bagi pengunjung, khususnya generasi muda, untuk mempelajari teknik peternakan, proses pemerahan susu, hingga pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menyambut baik rencana investasi PT Rancawiru Indonesia tersebut. Ia menilai konsep Desa Ternak Agro Eduwisata sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Terima kasih atas kontribusi yang turut mendukung pembangunan sektor agro dan pariwisata di Kabupaten Pandeglang,” kata Dewi Setiani, Minggu (4/1/2025).
Menurutnya, konsep ini sangat menarik, terutama dalam penguatan sektor pertanian, peternakan, serta pariwisata berbasis edukasi dan pelestarian alam. Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa.
“Harapannya bisa membuka lapangan kerja, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, CEO PT Rancawiru Indonesia, Edi, menjelaskan bahwa Desa Ternak Agro Eduwisata akan dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mencakup program peternakan, perikanan, pertanian, serta pengelolaan lingkungan dan konservasi.
“Kami akan mengembangkan komoditas unggulan seperti kambing pedaging Boer, kambing perah Saanen, domba unggulan, ayam negeri, serta burung murai dalam rangka konservasi,” kata Edi.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan program konservasi Manjangan India serta pelestarian alam lainnya.
“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat demi Pandeglang yang maju,” pungkasnya. (Red)

