bantenonline.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mempertahankan prestasi dalam penguatan digitalisasi keuangan daerah. Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tangsel berhasil meraih Juara 1 Championship TP2DD Wilayah Jawa-Bali Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) X Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 serta Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta, ditulis Jumat (25/9/2026).
Penyerahan penghargaan itu turut disaksikan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia, serta pimpinan kementerian dan lembaga negara.
Capaian tersebut bukan kali pertama diraih Tangsel. Pada 2025, Kota Tangerang Selatan juga keluar sebagai Juara 1 TP2DD Wilayah Jawa-Bali. Prestasi beruntun ini menunjukkan keberlanjutan program digitalisasi transaksi yang dikembangkan Pemkot Tangsel.
Benyamin mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas ekosistem digitalisasi transaksi.
“Capaian ini sekaligus mempertahankan prestasi Kota Tangerang Selatan yang pada tahun 2025 juga meraih Juara 1 TP2DD Wilayah Jawa-Bali,” ujar Benyamin.
Pemkot Tangsel menjalankan digitalisasi transaksi daerah melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Bank BJB, perangkat daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Digitalisasi keuangan daerah di Tangsel juga tidak berhenti pada penyediaan kanal pembayaran. Pemerintah memperkuat tata kelola, koordinasi antarperangkat daerah, inovasi pelayanan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan transaksi dan penerimaan daerah.
Sejumlah layanan digital kini mendukung aktivitas pembayaran masyarakat. Mulai dari pembayaran pajak dan retribusi daerah, Virtual Account, QRIS, layanan perpajakan daring, hingga transaksi non-tunai menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Kemudahan tersebut membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan pembayaran pajak dan retribusi. Di sisi pemerintah, transaksi digital membantu proses administrasi, monitoring, serta pengawasan penerimaan daerah.
Penguatan sistem pembayaran digital juga berkaitan dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan. Dengan akses pembayaran yang semakin luas dan mudah, pemerintah mendorong masyarakat memenuhi kewajiban pajak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Untuk menjaga capaian tersebut, TP2DD Tangsel menjalankan berbagai agenda secara berkelanjutan. Di antaranya melalui high level meeting, peningkatan kapasitas, penguatan roadmap, monitoring dan evaluasi, serta koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra strategis.
Rangkaian langkah itu menjadi bagian dari upaya Tangsel menjaga konsistensi digitalisasi transaksi sekaligus memperluas penerapannya di berbagai sektor pemerintahan.
Ke depan, Pemkot Tangerang Selatan akan terus mengembangkan ekosistem digital TP2DD. Digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memudahkan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik agar semakin mudah, cepat, transparan, dan inklusif.


