PANDEGLANG, – Suasana haru menyelimuti Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026) malam. Ratusan kader Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Banten menggelar istighosah dan doa bersama untuk delapan korban yang masih hilang dalam insiden di perairan Selat Sunda.
Istighosah dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Kader BAPERA dari berbagai kabupaten dan kota di Banten berdatangan ke lokasi. Bahkan, sejumlah kader dari wilayah selatan Banten, termasuk Malingping, ikut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tim SAR yang hingga kini masih berjibaku melakukan pencarian.
Ketua DPD BAPERA Banten, DR HM Ali Hanafiah, SE, SH, M.Si, mengatakan istighosah tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar batin BAPERA agar delapan korban segera ditemukan.
“Doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar dan kepedulian kami. Kami memohon kepada Allah SWT agar para korban segera ditemukan dan diberikan keselamatan,” kata Ali Hanafiah seusai istighosah, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Ali, lima hari pencarian bukan waktu yang singkat bagi keluarga yang masih menanti kabar keberadaan orang-orang tercinta. Karena itu, BAPERA memilih hadir untuk memberikan dukungan moral, baik kepada keluarga korban maupun para personel SAR.
“Kami berharap pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan segera membuahkan hasil. Tentu kami berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Tak hanya untuk para korban, doa juga dipanjatkan bagi seluruh personel SAR yang tengah menjalankan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Tim SAR dari berbagai elemen. Semoga seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” tutur Ali.
Ali juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni yang disebut turut memimpin upaya pencarian para korban.
“Kami mengapresiasi Gubernur Banten Bapak Andra Soni yang memimpin langsung upaya pencarian. Ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dari seluruh elemen, termasuk BAPERA Banten,” katanya.
Berdasarkan data dari posko pencarian, delapan orang masih dinyatakan hilang setelah kehilangan kontak di sekitar kawasan Gunung Krakatau, Selat Sunda.
Dari delapan korban tersebut, lima di antaranya merupakan jurnalis. Sementara tiga lainnya adalah kru kapal dan pemandu wisata.
Berikut identitas delapan korban yang masih dalam pencarian:
Jurnalis:
- M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA)
- Ari Basuki (Merdeka.com)
- Yudistiro Pranoto atau Yudhis (iNews)
- Firdaus Wajidi atau Daus (Anadolu Agency)
- Donal Husni (jurnalis lepas)
Kru kapal dan pemandu:
- Warta (kapten/nakhoda kapal)
- Surakman (anak buah kapal/ABK)
- Heriyanto (pemandu/guide)
Istighosah berlangsung hingga menjelang tengah malam. Para kader kemudian menutup kegiatan dengan doa bersama, memohon keselamatan bagi delapan korban serta kekuatan dan keselamatan bagi seluruh personel yang masih melakukan pencarian.
BAPERA Banten berharap operasi SAR segera menemukan titik terang dan membawa kabar baik bagi keluarga delapan korban yang hingga kini masih menunggu dengan penuh harap. (Red)


