SERANG, – Pemerintah Provinsi Banten mulai menuai hasil dari upaya mengoptimalkan aset daerah. Dua aset strategis Banten kini dilirik investor dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp985 miliar.

Dua aset yang masuk radar investor adalah kawasan Sports Center Banten, termasuk Banten International Stadium (BIS), serta industri tepung ikan.

Investor yang menyatakan minatnya adalah PT Sasmaya Media Integrasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, pihaknya memang tengah gencar menawarkan sejumlah aset dan potensi daerah kepada investor.

“Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor,” kata Deden seusai bertemu PT Sasmaya Media Integrasi di Kantor DPMPTSP Banten, KP3B, Selasa (8/9/2026).

Deden menyebut, sebelumnya ada empat aset yang ditawarkan kepada investor. Namun, setelah melalui serangkaian pembahasan, dua aset akhirnya mengerucut dan mendapat minat serius.

“Dari empat yang kami ajukan, sekarang mengerucut ke dua lokasi yang insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya,” ujarnya.

BACA JUGA :  16 Rumah di Pandeglang Rusak Diterjang Puting Beliung, Tak Ada Korban Jiwa

Pemprov Banten berharap penjajakan tersebut segera berujung pada kerja sama konkret. Selain menghidupkan aset yang selama ini belum optimal, investasi tersebut diharapkan ikut menggerakkan ekonomi dan memperkuat struktur APBD Banten.

“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” katanya.

Deden menegaskan, Banten masih memiliki banyak aset dan potensi yang bisa ditawarkan kepada investor. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus membuka peluang investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” tuturnya.

BIS Bakal Disulap Jadi Kawasan Sportainment

Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengungkapkan, minat terhadap dua aset tersebut muncul setelah pihaknya melakukan sejumlah pertemuan dengan DPMPTSP Banten.

BACA JUGA :  Masyarakat Soroti Transparansi Penggunaan Dana Hibah Koni Tangsel

Dari empat aset yang ditawarkan, dua di antaranya dinilai paling sesuai dengan bisnis perusahaan.

“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ungkap Faruq.

Untuk BIS, konsep yang disiapkan bukan sekadar stadion olahraga. Kawasan tersebut diarahkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan olahraga dan hiburan alias sportainment.

Konsep itu dinilai sejalan dengan rencana Banten menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

“Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” ujarnya.

Faruq mengatakan, pengembangan kawasan Sports Center akan diarahkan agar fasilitas olahraga bisa terintegrasi dengan kawasan hiburan.

“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” paparnya.

BACA JUGA :  Wagub Banten Pastikan Hewan Kurban ASN Sehat, Ribuan Lapak Dipantau

Total Investasi Rp985 Miliar

Berdasarkan kajian sementara, investasi pengembangan Banten International Stadium diperkirakan mencapai lebih dari Rp850 miliar.

Sementara untuk pembangunan industri tepung ikan, nilai investasinya ditaksir sekitar Rp135 miliar.

Jika digabung, total investasi kedua aset tersebut mencapai sekitar Rp985 miliar atau nyaris Rp1 triliun.

Industri tepung ikan juga dinilai memiliki prospek bisnis yang cukup besar. Selain didukung target produksi, sektor ini dinilai dapat ikut menopang program ketahanan pangan.

“Mungkin itu yang menjadi melatarbelakangi kenapa dari PT Sasmaya ini juga berani untuk bisa mendukung atau mengambil penawaran tersebut,” kata Faruq.

Meski sudah mengerucut pada dua aset, penjajakan investasi belum berhenti. PT Sasmaya Media Integrasi masih mengkaji sejumlah potensi lain yang ditawarkan Pemprov Banten.

“Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Provinsi Banten, dan ini masih kita godok lagi,” tandasnya. (Red/DS)