PANDEGLANG, – Penceramah muda asal Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, KH Aa Gibran Fasya, mengajak jemaah untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ajakan itu disampaikan Aa Gibran saat memberikan tausyiah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar warga Kampung Kalapa Handap, Kelurahan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (6/9/2026) dengan qori Ustad Ahmad Sehabudin dari Ciliang.
Dalam ceramahnya, Aa Gibran mengingatkan jemaah agar tidak hanya mengucapkan pujian kepada Allah SWT melalui lisan. Menurutnya, keimanan harus diwujudkan dalam hati serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, seorang muslim harus mampu menempatkan Allah SWT sebagai yang paling utama dalam kehidupannya.
“Allah Maha Agung, Allah Maha Mulia dan Allah Maha Kuasa. Namun, jangan sampai lisan kita memuliakan Allah, sementara hati dan perilaku kita masih jauh dari ajaran-Nya,” kata Aa Gibran dalam tausyiahnya.
Menurut Aa Gibran, bertambahnya usia seharusnya menjadi momentum bagi setiap muslim untuk terus meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan.
Ia pun mengajak jemaah untuk melakukan tafakur dan merenungkan perjalanan hidup. Dengan berpikir dan bermuhasabah, seseorang dapat menyadari berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
“Allah memberikan kita begitu banyak nikmat. Kita bisa melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, bergerak dengan tubuh, dan menjalani kehidupan dengan berbagai kemampuan yang diberikan Allah,” ujarnya.
Aa Gibran mengatakan, setiap manusia pada dasarnya menginginkan kebahagiaan dan kenikmatan, baik di dunia maupun akhirat. Allah SWT, kata dia, telah menciptakan alam semesta, lautan, dan daratan untuk kepentingan umat manusia.
Karena itu, ia mengajak jemaah untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Ia menilai manusia kerap kali terlalu sibuk memikirkan urusan dunia hingga lupa untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurut Aa Gibran, berbagai ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, menghadiri pengajian, hingga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya memberikan dampak terhadap perubahan perilaku seseorang.
Ia mengingatkan agar ibadah tidak hanya menjadi rutinitas tanpa adanya perubahan dalam hati dan akhlak.
“Yang paling penting adalah bagaimana ibadah itu memberikan pengaruh kepada kehidupan kita. Harus ada perubahan dalam hati dan perilaku kita menjadi lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Aa Gibran juga mengajak jemaah untuk tidak mudah melihat kekurangan orang lain. Sebaliknya, setiap orang diminta untuk lebih banyak melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
“Jangan hanya melihat kekurangan tetangga, keluarga atau orang lain. Mari kita mulai melihat dan memperbaiki kekurangan diri kita sendiri,” ujarnya.
Ia menyebut umat Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Karena itu, masyarakat diminta untuk memperkuat persatuan, menjaga persaudaraan, serta menghindari perilaku yang dapat menimbulkan permusuhan.
Aa Gibran juga menyinggung pentingnya menjaga hati. Menurutnya, hati merupakan salah satu nikmat besar yang diberikan Allah SWT dan harus dijaga agar tetap bersih dari berbagai sifat buruk.
Ia pun mengajak jemaah untuk menjadikan setiap ilmu yang diperoleh sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga harus diamalkan.
“Belajar itu harus dibarengi dengan berpikir dan mengamalkan. Sedikit demi sedikit ilmu yang kita dapat harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang kita harus berpikir tentang kehidupan di dunia untuk bekal di akhirat nanti,” katanya.

Di akhir tausyiahnya, Aa Gibran mengajak seluruh jemaah untuk terus meramaikan kegiatan keagamaan, menghadiri pengajian, memperbanyak ibadah, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan segala hajat dan tujuan kita dikabulkan Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kebaikan di dunia dan akhirat serta mendapatkan husnul khatimah,” pungkasnya.
Acara Maulid Nabi yang dihadiri Lurah Pandeglang Baron, bersama Bhabinkamtibmas Bripka Trimoyo dan Ketua LPM Encup yang menyampaikan apresiasi dan bangga dengan kekompakan dan kebersamaan warga Kalapa Handap telah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan semarak tersebut. (Red)


