PANDEGLANG, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, terus dipantau. Wakil Ketua Satgas Kadin Indonesia, Desi Aryanti, bersama tim turun langsung memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk soal higienitas dan kualitas makanan.
Monitoring dilakukan Kamis (20/8/2026) dihadiri Camat Cimanuk Yayat Hidayat,SKM dan Kapolsek AKP Agus Salim. Tim tidak hanya mengecek pelaksanaan MBG di sekolah, tetapi juga menyambangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Desi mengatakan, antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi. Koordinasi antara pengelola, kepolisian, dan pemerintah kecamatan juga berjalan baik.
“Kami melakukan monitoring pelaksanaan MBG di bawah naungan Kadin Indonesia yang kami distribusikan. Hari ini kami menemukan antusiasme anak-anak sekolah sangat baik. Kerja sama dengan kepolisian dan camat juga sangat baik,” kata Desi kepada wartawan.
Menurut dia, pengecekan ke dapur SPPG penting dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai SOP Badan Gizi Nasional (BGN).
“Setelah melihat sekolah, kami juga melihat dapurnya. Kami ingin memastikan apakah pelaksanaannya sudah sesuai SOP MBG, termasuk alur kerja, higienitas, hingga menu yang disajikan,” ujarnya.
Variasi menu juga menjadi perhatian. Selain harus memenuhi kebutuhan gizi, menu yang beragam dinilai penting agar anak-anak tetap berselera menyantap makanan yang disediakan.
“Kalau kita lihat hasilnya di sekolah, apakah mereka senang dan merasa puas, alhamdulillah. Kami juga terus melakukan monitoring agar pelayanan bisa ditingkatkan,” tutur Desi.
Dia menambahkan, pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kejadian luar biasa (KLB) yang berkaitan dengan makanan. Karena itu, pengawasan harus dilakukan sejak bahan baku diterima hingga makanan selesai dimasak dan didistribusikan.

Sementara itu, Kepala SPPG Pandeglang Batu Bantar 2, Kecamatan Cimanuk, Batras Agung Ryanda, mengungkapkan dapurnya melayani 2.649 penerima manfaat.
Jumlah tersebut terdiri dari penerima manfaat di 10 sekolah, satu pesantren, program B3 di dua desa, serta 13 Posyandu.
“Kami melayani 2.649 penerima manfaat, yaitu 10 sekolah dan satu pesantren, kemudian B3 sebanyak dua desa dan 13 Posyandu,” kata Batras, didampingi Eris, Ketua Yayasan Citra Bakti Banten selaku mitra SPPG.
Batras menjelaskan, menu MBG dibuat bervariasi mengikuti anjuran BGN. Pengelola juga memastikan bahan baku yang digunakan memenuhi standar kualitas.
“Kami memastikan barang atau bahan dari supplier memiliki kualitas yang baik. Pada saat penerimaan, kami melakukan kontrol suhu untuk bahan baku hewani,” jelasnya.
Pengawasan berlanjut selama proses pemasakan. Setiap divisi, mulai dari penerimaan bahan hingga pengolahan makanan, dikontrol untuk memastikan alur kerja berjalan sesuai SOP BGN.
“Setiap divisi terus kami kontrol, mulai dari penerimaan barang sampai proses pengolahan, sehingga alurnya jelas dan sesuai SOP yang diterapkan di dapur MBG,” katanya.
Batras menegaskan, pengelola SPPG berkomitmen menjalankan seluruh operasional sesuai standar yang telah ditetapkan. SPPG tersebut berada di bawah naungan Kadin Indonesia Pusat.
“Intinya kami ingin semuanya berjalan sesuai harapan dan SOP. Hari ini juga dilakukan kunjungan monitoring untuk memastikan MBG berjalan dengan baik sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.


