TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Tangerang. Selain distribusi air bersih, Pemprov Banten juga menyiapkan pembangunan sumur bersama sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air.
“Setiap hari kita melakukan penyaluran bantuan air bersih melalui PDAM maupun BPBD. Termasuk juga menyiapkan pembuatan sumur dalam,” kata Andra Soni usai meninjau penyaluran bantuan di Kampung Cangkring, Desa Magersari, dan Kampung Bugel Lebah, Desa Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (28/7/2026).
Andra mengatakan penanganan kekeringan dilakukan dengan pembagian tugas antara pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota agar bantuan tepat sasaran.
“Kita berbagi tugas, mana yang dikerjakan provinsi, kabupaten dan kota, sehingga tidak dobel sasaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Andra menyalurkan lima tangki air bersih berkapasitas 4.000 liter di setiap titik. Bantuan tersebut menyasar 854 kepala keluarga. Selain air bersih, warga juga menerima paket sembako. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.
Andra mengungkapkan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang sehingga berpotensi memperluas wilayah terdampak kekeringan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan aktif memantau serta menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Agar masyarakat mendapatkan air bersih,” katanya.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemprov Banten tengah melakukan kajian teknis guna mengukur potensi sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumur bersama.
“Termasuk juga pemerintah daerah yang melakukan itu secara bersama-sama,” ujar Andra.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Ari James Faraddy mengatakan tim telah diterjunkan ke sejumlah wilayah untuk melakukan kajian teknis terkait kedalaman sumber air tanah.
“Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin menyebut hasil pemetaan menunjukkan ada 105 kecamatan atau 415 desa dan kelurahan di Banten yang berpotensi terdampak kekeringan.
Dari jumlah tersebut, BPBD Provinsi Banten telah menyalurkan bantuan air bersih ke 139 desa dan kelurahan.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih silakan menghubungi kantor BPBD setempat atau ke BPBD Provinsi pada nomor 085117814505,” ujar Lutfi.
Salah seorang warga Kampung Cangkring, Ade (40), mengaku wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan. Selama itu, warga terpaksa mengambil air dari bekas galian sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapat bantuan air bersih dari Bapak Gubernur Andra Soni. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya,” kata Ade. (Red)


