PANDEGLANG, –Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang mendesak kepolisian dan Inspektorat mengusut tuntas kasus hilangnya ratusan butir obat keras di Gudang Farmasi RSUD Aulia Menes.
Desakan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD, perwakilan mahasiswa, dan manajemen RSUD Aulia Menes di Ruang Komisi IV DPRD Pandeglang, Kamis (16/7).
Dalam rapat itu, mahasiswa menyoroti dugaan keterlibatan seorang oknum pegawai RSUD Aulia Menes dalam kasus hilangnya obat keras. Dugaan tersebut diminta segera ditindaklanjuti melalui penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan internal oleh Inspektorat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Pandeglang, Tubagus Asep Rafiudin Arief, mengatakan mahasiswa mendesak agar kasus tersebut diungkap secara transparan hingga pelakunya diketahui.
“Teman-teman mahasiswa menginginkan kasus obat yang hilang di RSUD Aulia Menes segera terungkap. Mereka menyoroti dugaan oknum pegawai rumah sakit yang mengetahui kasus hilangnya obat-obatan tersebut,” kata Asep.
Ia menjelaskan, pihak RSUD Aulia Menes telah melaporkan kasus itu kepada kepolisian dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Pihak rumah sakit sudah membuat laporan kepada kepolisian. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Kami berharap kepolisian dapat mengungkap kasus ini hingga pelakunya ditemukan,” ujarnya.
Selain meminta aparat kepolisian bekerja cepat, Komisi IV juga mendesak Inspektorat Kabupaten Pandeglang melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai yang disebut dalam forum RDP.
“Kami meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai rumah sakit yang disebutkan oleh mahasiswa. Jangan sampai jika memang ada keterlibatan, hal itu tidak terungkap,” tegas Asep. (Red)


