bantenonline.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mengembangkan platform layanan publik digital Tangsel One. Melalui sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Helita atau Hello Kita Tangsel, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan pemerintah, mulai dari urusan KTP, perizinan, hingga penyampaian keluhan hanya melalui WhatsApp.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan desain besar integrasi layanan publik melalui Tangsel One yang akan menghubungkan berbagai aplikasi pelayanan dalam satu platform berbasis WhatsApp.

“Kita sudah membuat desain ya, yang namanya Tangsel One. Jadi mengintegrasikan seluruh aplikasi teknologi dalam pelayanan publik dalam satu fitur berbasiskan WhatsApp aja. Berbasiskan WhatsApp dengan namanya di situ Helita (Hello Kita Tangsel),” kata Benyamin, ditulis Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan akan terus dilengkapi dengan berbagai data serta informasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan akurat.

“Jadi masyarakat bisa mengefisiensikan waktu, bisa mendapatkan kepastian dalam pelayanan publiknya, termasuk menyampaikan keluhan-keluhannya itu nanti bisa disampaikan oleh mereka, warga masyarakat di WhatsApp Helita itu sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dua Siswi SMP Islam Al-Azhar BSD Berhasil Raih Prestasi di Ajang OPSI 2024

Benyamin menyebut pemanfaatan AI dalam pelayanan publik menjadi salah satu terobosan penting yang tengah disiapkan Pemkot Tangsel. Karena itu, sosialisasi kepada aparatur pemerintah terus dilakukan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat.

“Kita sudah mulai penggunaan Artificial Intelligence. Tapi teman-teman harus tahu mana yang bisa dan mana yang jangan sampai salah penggunaan Artificial Intelligence,” ucapnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangsel TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa pengembangan Tangsel One merupakan arahan langsung Wali Kota Tangsel untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan mudah diakses masyarakat.

“Pak Wali itu ingin sekali bahwa layanan pemerintah kita, khususnya layanan publik kita itu menggunakan atau memanfaatkan teknologi digital,” ujar Asep.

Menurutnya, Tangsel One telah diluncurkan sekitar satu bulan lalu. Namun saat ini sistem tersebut masih terus disempurnakan agar mampu mengintegrasikan seluruh layanan publik dalam satu kanal pelayanan.

BACA JUGA :  Sah! Mahludin Icha Terpilih sebagai Ketua KONI Tangsel Periode 2025–2029 Usai Hamka Handaru Nyatakan Mundur

Saat ini, layanan perizinan menjadi sektor yang sudah terintegrasi penuh ke dalam platform Tangsel One. Ke depan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya akan dimasukkan ke dalam sistem yang sama.

“Harapan Wali Kota seluruh layanan publik. Jadi kalau kemarin kita baru untuk layanan perizinan. Pak Wali ingin nanti layanan kesehatan, layanan kependudukan, itu juga masuk ke dalam satu siklus aplikasi, yaitu Tangsel One,” jelasnya.

Asep mengungkapkan, saat ini masyarakat sudah mulai memanfaatkan Helita untuk memperoleh informasi mengenai layanan publik, termasuk pengurusan KTP hilang atau rusak, pelaporan kejadian di lingkungan sekitar, hingga layanan perizinan.

“Pertama untuk bertanya terkait dengan persoalan layanan publik seperti KTP hilang, ngurusnya seperti apa. Yang kedua, melaporkan kejadian-kejadian yang ada di lingkungannya. Yang ketiga terkait dengan layanan perizinan,” ungkapnya.

Selain memberikan informasi pelayanan pemerintahan, Helita juga mampu menjawab pertanyaan umum mengenai fasilitas publik hingga rekomendasi tempat kuliner di Kota Tangerang Selatan. Kemampuan tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya data yang terintegrasi ke dalam sistem.

BACA JUGA :  Promo Hari Kemerdekaan, Hotel Santika Premiere Bintaro Sajikan Kuliner Nusantara

Asep menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan data karena AI yang digunakan hanya mengakses informasi yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Karena ini basisnya adalah AI yang terbatas di tingkat pemerintah kota, jadi dia membaca yang ada di dia aja, khususnya di tingkat Pemerintah Tangerang Selatan,” tegasnya.

Pemilihan WhatsApp sebagai platform utama juga bukan tanpa alasan. Menurut Asep, aplikasi tersebut sudah digunakan hampir seluruh lapisan masyarakat sehingga memudahkan akses layanan tanpa harus mengunduh aplikasi baru.

“Makanya kenapa Tangsel One kita basisnya WhatsApp? Supaya mereka enggak perlu install aplikasi, enggak perlu memasukkan username, password. Cukup dengan buka WhatsApp, akses ke Tangsel One, itu warga sudah bisa mengakses layanan publik kita yang berbasis AI,” pungkasnya.

Melalui pengembangan Tangsel One dan AI Helita, Pemkot Tangsel berharap pelayanan publik dapat menjadi lebih cepat, efisien, mudah dijangkau, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat hanya melalui satu pintu layanan digital berbasis WhatsApp.