SERANG, –Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada Mei 2026 tercatat sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 109,93. Kenaikan ini menunjukkan daya beli petani mengalami perbaikan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Yusniar Juliana, mengatakan kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,70 persen. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,12 persen.
“Artinya, pendapatan petani dari hasil produksi naik lebih cepat dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi,” kata Yusniar dalam rilis BPS Banten secara daring, Selasa (2/6/2026).
Dari lima subsektor pertanian, hanya dua subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yakni tanaman pangan dan hortikultura.
NTP subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 116,21 atau naik 1,17 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya harga gabah, dengan indeks padi naik 1,32 persen meski indeks palawija turun 0,44 persen, terutama pada komoditas ketela pohon.
Sementara itu, NTP hortikultura naik 0,21 persen menjadi 97,10. Kenaikan ditopang oleh naiknya harga buah-buahan sebesar 0,45 persen, tanaman obat 0,24 persen, dan sayuran 0,21 persen.
“Komoditas sawi hijau naik 9,92 persen, ketimun 5,92 persen, dan bayam 3,52 persen,” ujarnya.
Di sisi lain, NTP subsektor peternakan turun 1,66 persen. Penurunan dipicu turunnya harga ayam ras pedaging sebesar 2,69 persen dan telur ayam ras sebesar 4,48 persen.
Subsektor perikanan juga mengalami penurunan sebesar 0,35 persen. Bahkan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) turun 0,64 persen menjadi 98,18.
“Penurunan dipengaruhi turunnya harga ikan banjar-banjat sebesar 3,65 persen, ikan ekor kuning 2,07 persen, dan cakalang 1,89 persen,” jelas Yusniar.
Secara nasional, NTP Banten berada di posisi ke-24 dari 38 provinsi dengan nilai 110,57. NTP tertinggi tercatat di Provinsi Riau sebesar 207,41, sedangkan terendah di Maluku sebesar 92,99.
“Dari sisi pertumbuhan, kenaikan NTP Banten sebesar 0,58 persen menempatkan Banten di peringkat ke-20 nasional,” katanya.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten juga meningkat. Pada Mei 2026, NTUP naik 0,55 persen menjadi 117,06.
“Kenaikan NTUP menunjukkan biaya produksi meningkat lebih lambat dibandingkan penerimaan usaha tani,” pungkasnya. (Aldo)


