PANDEGLANG, –Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya mengatasi kondisi darurat sampah.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Ketua Grib Jaya Pandeglang, H. Dedi Saepul. Ia mendorong agar program PSEL juga segera direalisasikan di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Dedi, yang juga pengelola Kolam Renang DM Tirta Persada di Mandalawangi, keberadaan PSEL menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi sampah di Pandeglang sudah mengkhawatirkan.

“Kami mendukung langkah Pak Gubernur dalam pengelolaan sampah melalui proyek PSEL di Banten, khususnya untuk Kabupaten Pandeglang. Seperti yang disampaikan Pak Wakil Gubernur, Pemkab Pandeglang perlu segera mengusulkan program ini ke pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Dedi DM kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni Sebut BCF Bukti Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten

Ia juga menyoroti rencana kerja sama pengelolaan sampah antara Pemkab Pandeglang dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, kerja sama tersebut akan lebih optimal jika diiringi dengan pembangunan fasilitas PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol.

IMG-20260502-WA0026-300x260 Pemprov Banten Percepat Proyek PSEL, Dapat Dukungan di Pandeglang
Lokasi TPA Bangkonol Pandeglang yang kondisinya sudah tidak bisa menampung sampah dari luar daerah dan harus segera di buat PSEL. 

Dedi menilai, apabila sejak awal disosialisasikan dengan baik dan dilengkapi teknologi pengolahan seperti PSEL, maka potensi penolakan dari masyarakat dapat diminimalkan.

“Jika disiapkan dengan baik, termasuk PSEL yang bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja, saya kira masyarakat akan mendukung,” katanya.

BACA JUGA :  Forum Wartawan Kebangsaan Usulkan Perpres Tegas Tata Kelola MBG

Ia menegaskan, arahan Wakil Gubernur Banten agar Pemkab Pandeglang segera merancang program PSEL perlu segera ditindaklanjuti. Hal ini penting untuk mengatasi persoalan sampah di TPA Bangkonol dan TPA Bojongcanar.

“Program ini menjadi solusi di hilir untuk kondisi darurat sampah sekaligus menciptakan efisiensi anggaran pengelolaan sampah daerah,” tandas Dedi. (Red)