TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai membatasi sejumlah pos belanja daerah sebagai bagian dari strategi efisiensi menghadapi potensi tekanan fiskal tahun 2026. Langkah ini difokuskan pada pengurangan kegiatan yang dinilai tidak prioritas, seperti perjalanan dinas dan pelaksanaan acara di hotel.

Wali Kota Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Ini kita lakukan juga sambil tetap memperhatikan arahan Presiden, arahan Pemerintah Pusat mengenai efisiensi itu ya, walaupun belum ada petunjuk teknisnya,” katanya di Pemkot Tangsel, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, pembatasan perjalanan dinas menjadi salah satu langkah konkret untuk menekan pengeluaran, termasuk penggunaan bahan bakar.

BACA JUGA :  Wagub Bersama Kapolda Banten Panen Raya Jagung, Dimyati Sampaikan Ini?

“Perjalanan dinas juga akan saya evaluasi dalam waktu dekat ini untuk mengefisiensikan bahan bakar minyak,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan rapat dan acara seremonial akan dialihkan dari hotel ke fasilitas milik pemerintah guna mengurangi beban anggaran.

“Pelaksanaan acara-acara itu tidak lagi dilaksanakan di hotel, walaupun ini akan berpengaruh terhadap pajak hotel, tetapi akan kita alihkan kepada kantor-kantor pemerintah dan lain-lain,” jelasnya.

Benyamin juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar lebih bijak dalam penggunaan sumber daya di lingkungan kerja, seperti listrik, air, dan gas, guna mencegah pemborosan.

“Sebelum sampai ke titik itu, saya minta teman-teman di kantor itu listrik, air, gas, dan lain sebagainya itu diperhatikan betul supaya tidak terjadi apa pemborosan nanti ke depannya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Pelajar oleh Sopir Jemputan di Pandeglang Naik ke Penyidikan

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari langkah jangka panjang untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Yang saya antisipasi adalah bukan soal lonjakan harga minyaknya, tetapi kalau satu saat misalnya terjadi pengurangan terhadap dana transfer ke daerah, ini sudah bisa kita antisipasi,” pungkasnya.