PANDEGLANG, – Menteri Transmigrasi Dr. Muhamad Iftitah Sulaeman Suryanagara mengisi kuliah umum di Gedung Pancasila, Pandeglang, Sabtu (22/11/2025). Acara yang dihadiri ratusan siswa SMA dan SMK itu berlangsung meriah. Kehadiran Iftitah, yang merupakan putra daerah Pandeglang, disambut antusias oleh para pelajar.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, serta sejumlah pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kuliah umumnya, Iftitah menyampaikan gagasan mengenai pemberlakuan jam malam apabila kelak ia diberi kesempatan memimpin Pandeglang. Ia menilai kebijakan itu dapat meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pendidikan generasi muda.

“Saya punya cita-cita, kalau saya jadi bupati, jam 10 malam (22.00 WIB) akan ada tanda berupa terompet. Artinya, polisi mulai patroli di pasar dan pusat keramaian,” ujarnya kepada media, Sabtu (21/11/2025) seusai acara.

BACA JUGA :  Isu Gaji DPRD Kota Tangerang Tuai Kritik, Mahasiswa Siap Turun Aksi

Menurut Iftitah, patroli tersebut terutama menyasar para pelajar yang masih berada di luar rumah tanpa keperluan jelas selepas pukul 22.00.

“Kalau tidak ada kegiatan, lewat jam 10 malam harus pulang, harus istirahat. Lalu jam 02.00 dini hari, masjid mulai mengumandangkan suara sebagai ciri khas Pandeglang,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa setiap daerah perlu memiliki aturan dan karakter khas yang harus dipatuhi oleh pendatang. Sebagai perbandingan, ia menyinggung ketatnya aturan kebersihan di Singapura.

“Kalau di Pandeglang orang masih santai buang sampah, coba lakukan itu di Singapura, dendanya bisa Rp3 juta,” katanya.

Iftitah menyebut bahwa gagasan jam malam bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat, melainkan untuk memastikan anak-anak Pandeglang memiliki lingkungan yang lebih kondusif bagi pendidikan dan perkembangan mereka. (Red)

BACA JUGA :  Gubernur Banten Ajak Pemuda Teladani Semangat Pahlawan Lewat Aksi Nyata