PANDEGLANG, –Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Erna Irawati, menegaskan sektor publik membutuhkan pemimpin yang adaptif untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, pemimpin birokrasi harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang di tengah derasnya arus transformasi teknologi.

Hal itu disampaikan Erna saat menghadiri pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026 di BPSDM Provinsi Banten, yang secara resmi dibuka Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (9/6/2026).

Erna mengatakan perubahan perilaku masyarakat turut mengubah ekspektasi terhadap pelayanan publik. Saat ini, masyarakat tidak lagi membandingkan layanan pemerintah dengan pengalaman masa lalu, melainkan dengan kualitas layanan yang diberikan sektor swasta.

BACA JUGA :  Hangatnya Idulfitri di Banten: Yatim Piatu hingga Duafa Lebaran Bareng Gubernur

“Kalau kita berada di instansi pemerintah pasti terdampak, karena masyarakat selalu menuntut perubahan ketika dalam kehidupan sehari-hari mereka sudah berhadapan dengan berbagai perubahan,” kata Erna.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya kualitas layanan di sektor lain.

“Sekarang kalau bicara kinerja pelayanan publik, jarang sekali masyarakat membandingkan dengan pengalaman di masa lampau. Tapi sekarang sering dibandingkan dengan sektor lain. Kenapa di sektor publik tidak memberikan pelayanan yang sama? Ini paradigma penting yang mengawali tantangan yang kita hadapi,” ujarnya.

Erna menegaskan perubahan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karena itu, organisasi publik harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan setiap perubahan sebagai peluang untuk berkembang.

BACA JUGA :  Bupati Dewi Setiani Turun Langsung Galakan Jumat Bersih

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin luas digunakan masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut organisasi pemerintah untuk ikut bertransformasi.

“Oleh karena itu, perubahan pasti berjalan. Perubahan tidak hanya menghadirkan masalah, tetapi juga potensi. Kita tidak bisa menolak. Misalnya kita bicara teknologi Artificial Intelligence. Masyarakat sudah memanfaatkannya, pertanyaannya bagaimana dengan organisasi kita? Yang dibutuhkan bukan hanya potensi, tetapi pemimpin yang mampu mengakselerasi transformasi di dalam organisasi,” bebernya.

Lebih lanjut, Erna mengingatkan pentingnya kehadiran pemimpin yang mampu merespons perubahan, baik yang direncanakan maupun yang datang akibat tekanan dari luar.

“Ada perubahan yang kita rencanakan, tapi juga ada perubahan yang kondisi dari luar memaksa kita untuk berubah. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang cukup adaptif untuk mengubah semua potensi dan tantangan menjadi kesempatan nyata,” tegasnya.

BACA JUGA :  Wagub Banten: Sektor Jasa Boga Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
IMG20260609153012-300x225 Jawab Tantangan Era Digital, Deputi LAN: Sektor Publik Butuh Pemimpin Adaptif
Menurut Erna, birokrasi saat ini menghadapi sejumlah tekanan besar sekaligus, mulai dari dinamika global hingga digitalisasi ekonomi yang terus berkembang.

“Kita sedang menghadapi sejumlah tekanan besar sekaligus. Di antaranya tekanan global, digitalisasi, dan pergerakan ekonomi ke arah digital. Itu pasti,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Erna juga menekankan bahwa PKN Tingkat II bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan proyek-proyek perubahan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“PKN Tingkat II Tahun 2026 menargetkan pejabat pimpinan tinggi pratama mampu menghadirkan perubahani untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Aldo)