PANDEGLANG, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat 12 kecamatan di wilayah Pandeglang Selatan terdampak banjir akibat hujan deras. Bencana banjir tersebut diketahui hampir terjadi setiap tahun saat intensitas hujan meningkat.

Hingga Rabu (14/1/2026), dua kecamatan masih terendam banjir dengan ketinggian air cukup tinggi, yakni Kecamatan Patia dan Pagelaran.

“Total kemarin ada 12 kecamatan terdampak. Saat ini yang masih menjadi fokus tinggal Kecamatan Patia dan Pagelaran karena ketinggian airnya masih tinggi,” kata Kepala BPBD Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan saat dihubungi, Rabu (14/1/2026)

Riza mengatakan, banjir di dua kecamatan tersebut memaksa sebagian warga mengungsi. Sekitar 40 kepala keluarga (KK) atau 102 jiwa mengungsi sementara di majelis taklim yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.

BACA JUGA :  Intervensi Kerentanan Pangan, Andra Soni Salurkan 59 Ton Beras

“Karena lokasi pengungsian dekat dengan rumah, warga bisa kembali jika air mulai surut,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi banjir di kecamatan lain mulai berangsur surut. Beberapa wilayah yang mengalami penurunan debit air di antaranya Kecamatan Sobang, Panimbang, dan Sukaresmi.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Bupati Pandeglang juga telah meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan kondisi pengungsi serta operasional dapur umum.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ibu Bupati sudah meninjau lokasi pengungsian dan dapur umum. Mudah-mudahan, jika cuaca mendukung, maksimal dua hari ke depan air sudah surut,” kata Riza.

Terkait kebutuhan logistik, BPBD memastikan persediaan bagi pengungsi masih aman. Bantuan berasal dari BPBD, Dinas Sosial, serta sejumlah donatur.

BACA JUGA :  1 Nelayan Asal Pakuhaji Hilang Diterjang Ombak, Tim SAR Lakukan Pencarian Selama 7 Hari

“Logistik di dapur umum masih tercukupi,” pungkasnya. (Red,l