SERANG, –Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal itu disampaikan Tinawati saat menerima kunjungan Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, di Kota Serang, Kamis (9/4/2026).

Menurut Tinawati, data yang akurat sangat dibutuhkan sebagai dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan.

“Memang kita membutuhkan database untuk mengambil kebijakan dan langkah dalam upaya pembangunan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari peran rumah tangga, termasuk kontribusi perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam sensus ekonomi dinilai penting.

BACA JUGA :  Kasus HIV/AIDS di Pandeglang Capai 379, Didominasi Penularan dari Hubungan Sesama Jenis

“Ini adalah salah satu tolok ukur bagaimana pemberdayaan perempuan dari segi ekonomi keluarga bisa diukur tingkat keberhasilannya di Provinsi Banten,” katanya.

Tinawati juga menegaskan, sensus ekonomi tidak berkaitan dengan penghasilan maupun pajak. Ia meminta masyarakat tidak khawatir saat memberikan data kepada petugas.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk memberikan informasi yang akurat,” ucapnya.

Ia pun mengimbau kader PKK di seluruh tingkatan untuk ikut berkolaborasi dengan BPS. Selain itu, kader diminta turut mengedukasi masyarakat agar berpartisipasi dalam pendataan.

“Mari kita berkolaborasi bersama-sama memberikan informasi yang akurat, sehingga data ini dapat diakses oleh pemerintah pusat dan daerah untuk melihat perkembangan ekonomi di Banten,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pemdes Rancapinang dan Muspika Cimanggu Antisipasi Penyebrangan Warga di Jembatan Cegog

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, mengatakan sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

“Sensus ekonomi ini dapat memberikan gambaran, termasuk terkait pendidikan dan berbagai aspek lainnya,” ujarnya.

Menurut Yusniar, data sensus sangat penting untuk perumusan kebijakan. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Sensus ekonomi ini sangat kuat untuk digunakan, namun juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menyukseskannya,” katanya.

Ia menambahkan, BPS menggandeng TP PKK karena memiliki jaringan luas hingga ke tingkat rumah tangga.

“Kami yakin ibu-ibu PKK memiliki banyak komunitas dan dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.

BACA JUGA :  Halalbihalal Lebak Memanas! Bupati Sentil Wabup ‘Mantan Napi’, Suasana Tegang

Yusniar juga mengimbau masyarakat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur agar data yang diperoleh akurat.

Sebagai informasi, Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 1 Mei hingga Agustus 2026. (Red)