Warga Sobang-Panimbang Laporkan Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh CV GSM ke Polda Banten

SERANG, – Warga dari Kecamatan Sobang dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, bersama sejumlah pemuda, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Pandeglang Bersih, mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Selasa (14/10/2024).

Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi sekaligus melaporkan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh CV Gari Setiawan Makmur (CV.GSM), sebuah perusahaan karantina dan penggemukan sapi impor asal Australia.

Perusahaan tersebut diketahui beroperasi di wilayah Kecamatan Panimbang serta perbatasan Kecamatan Sobang, Pandeglang.

Audiensi dihadiri perwakilan Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten, Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), dan Intelkam Polda Banten. Dari pihak masyarakat, hadir pula perwakilan pemuda dan mahasiswa dari dua kecamatan tersebut.

Koordinator Aliansi Pandeglang Bersih, Entis Sumantri, menyampaikan bahwa audiensi dilakukan untuk memastikan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan dengan nomor registrasi Setum 4099 tertanggal 28 Juli 2025. Laporan tersebut memuat dugaan pencemaran udara, pencemaran lingkungan, ketidakpatuhan perizinan, serta buruknya pengelolaan limbah oleh CV GSM.

“Perusahaan diduga beroperasi tanpa Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang sesuai dan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ungkap Entis.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DPR RI, dan Mabes Polri. Namun hingga kini, perkembangan penanganannya dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

“Informasi dari Polda Banten, penanganan kasus ini kini dilimpahkan ke Mabes Polri. Karena itu, kami akan segera mengajukan audiensi ke Mabes untuk memastikan laporan kami benar-benar ditindaklanjuti,” terang Entis.

Entis juga menyesalkan sikap pasif Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten, termasuk DPRD, yang dinilai tidak serius menangani persoalan ini.

“Perjuangan masyarakat yang telah berlangsung lama ini belum mendapat respon memadai dari pemerintah daerah. Bahkan, sebagian masyarakat merasa adanya kesan pembiaran atau perlindungan terhadap perusahaan,” katanya.

Ia menyebutkan, lokasi perusahaan berada di kawasan padat penduduk dan berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan, seperti SDN Pangkalan 3, SMPN 1 Sobang, dan SMKN 6 Sobang.

“Situasi ini seharusnya menjadi perhatian serius, termasuk dari Presiden. Investasi tidak boleh melanggar hukum apalagi mengancam kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Tokoh masyarakat Sobang yang juga menjadi Koordinator Lapangan Aliansi Pandeglang Bersih, H Halim, menambahkan bahwa masyarakat mendatangi Polda Banten untuk meminta perlindungan hukum.

“Kami sudah beberapa kali mengalami intimidasi dan intervensi saat menyuarakan masalah ini. Kami hanya ingin lingkungan yang bersih, tanpa udara tercemar dan bau menyengat setiap hari,” ujarnya.

Halim juga mengungkapkan bahwa sudah ada warga yang mengalami gangguan pernapasan serius hingga harus menjalani operasi akibat dugaan pencemaran udara di lingkungan mereka.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus terulang dan menimpa warga lain. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir kemarahan warga tak terbendung. Jangan sampai insiden seperti di Padarincang terjadi lagi di Sobang-Panimbang,” tegasnya.

Aliansi Pandeglang Bersih menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus dugaan pencemaran lingkungan tersebut hingga tuntas. Mereka berencana melanjutkan perjuangan ke tingkat pusat dengan mendatangi Mabes Polri, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Istana Presiden.

“Kami ingin keadilan ditegakkan dan hak hidup masyarakat dilindungi,” tandasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Irbansus Banten: Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Harus Jadi Teladan Integritas

TANGERANG, –Korupsi tidak selalu berawal dari penyalahgunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Kebiasaan yang kerap dianggap…

7 jam ago

Di Tengah APBD Banten Terus Menyusut, Anggaran Jasa Tenaga Ahli Malah Naik Hingga Rp55 Miliar

Bantenonline.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten terus mengalami penyusutan dalam tiga…

9 jam ago

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Sambut Antusias Pembangunan Jembatan Bang Andra

SERANG, –Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyambut antusias pembangunan Jembatan Piano yang digagas…

10 jam ago

Gubernur Andra Soni Sambut Banten Jadi Tuan Rumah HUT Ikatan Notaris Indonesia ke-118

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi jajaran Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Gedung Negara…

11 jam ago

Wagub Banten Laporkan Program Sekolah Gratis ke KSP Dudung

TANGERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma melaporkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf…

12 jam ago

Asda III Banten Buka Pelatihan Kepemimpinan, 159 ASN Ikuti PKA dan PKP

PANDEGLANG, –Asisten Daerah (Asda) III Provinsi Banten, Dr. Hj. Rina Dewiyanti, SE, MSi, membuka Pelatihan…

13 jam ago