SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan strategi Pemprov Banten dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu disampaikan kepada puluhan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Tahun Anggaran 2026.
Pemaparan tersebut berlangsung dalam kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di Ruang Kerja Wagub Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).
Dimyati mengatakan Pemprov Banten terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan pasokan, hingga menstabilkan harga pangan.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sebab, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir.
“Salah satunya adalah melalui optimalisasi peran Satgas Pangan di daerah,” kata Dimyati.
Dia menuturkan Satgas Pangan memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeriksaan.
“Jika semuanya sudah sesuai dengan aturan yang ada, insyaallah ketersediaan pangan kita akan selalu aman,” ujarnya.
Selain pengawasan, Pemprov Banten juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur irigasi. Langkah tersebut dilakukan agar lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang cukup dan tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
Dengan dukungan irigasi yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun.
“Termasuk, kami juga terus merawat wilayah-wilayah sumber resapan air di daerah hulu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten M Nasir mengatakan produktivitas padi di Banten saat ini berada di kisaran 6-7 ton per hektare. Adapun total produksi panen pada tahun lalu mencapai sekitar 1,7 juta ton.

Nasir mengatakan petani juga terus didorong untuk menggunakan teknologi pertanian modern, baik pada masa tanam maupun panen. Penggunaan bibit unggul juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas.
“Jika metode ini bisa diterapkan secara menyeluruh, produktivitas padi kita berpotensi naik secara drastis,” kata Nasir.
Untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan lainnya, Pemprov Banten juga memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) dengan sejumlah wilayah penghasil pangan.
Komoditas yang dipasok melalui kerja sama tersebut antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta berbagai jenis sayuran.
“Demi memastikan harga di pasar tetap stabil, kami juga menyubsidi biaya angkutnya,” pungkas Nasir. (Red)


