SERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tak sekadar jalan rutin. Ia meminta ada inovasi dan terobosan nyata dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Menurut Dimyati, peran BAZNAS sangat strategis. Lembaga ini menjadi salah satu ujung tombak dalam membantu program pemerintah, khususnya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Dimyati saat Rapat Koordinasi bersama BAZNAS Provinsi Banten di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Selasa (7/4). Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“BAZNAS ini lembaga pemerintah nonstruktural. Harus bisa bantu pemerintah, terutama dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini sifatnya mendukung program pemerintah, khususnya cash program,” tegasnya.
Dimyati mengingatkan, BAZNAS jangan bekerja biasa-biasa saja. Harus punya program strategis dengan perencanaan matang, lalu diterjemahkan dalam aksi nyata.
“Bantuan BAZNAS sudah cukup efektif. Tapi harus ada inovasi, terobosan baru supaya lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan soal efisiensi. Jangan sampai program berjalan tapi biayanya tinggi.
“Operasional harus efektif dan efisien. Jangan high cost,” sentilnya.
Tak hanya itu, Dimyati menekankan pentingnya ketepatan sasaran. Ia mencontohkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) harus diprioritaskan untuk lansia dan penyandang disabilitas yang sudah tidak produktif.
Ia mengaku pernah didatangi langsung oleh seorang lansia yang meminta bantuan perbaikan rumah saat turun ke lapangan.
Sementara untuk masyarakat usia produktif, terutama generasi muda, BAZNAS diminta fokus pada bantuan permodalan.
“Pilih mustahik yang benar-benar membutuhkan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin melaporkan, dalam tiga bulan sejak dilantik, pihaknya telah menjalankan fungsi pengumpulan, pendistribusian, pengendalian hingga pelaporan ZIS.
Ke depan, BAZNAS juga bakal meluncurkan gerakan infak pelajar tingkat SMA dan SMK pada 10 April. Selain itu, sosialisasi ZIS juga akan menyasar pelaku industri di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Dalam rapat tersebut terungkap, hingga Maret 2026, total penghimpunan ZIS di Banten mencapai Rp12 miliar. Rinciannya, sekitar Rp8 miliar (70 persen) dikelola UPZ BAZNAS Pemprov Banten, dan Rp4 miliar (30 persen) oleh BAZNAS Provinsi.
Khusus dari ASN Pemprov Banten, potensi ZIS cukup besar. Dalam setahun bisa tembus Rp19 miliar, atau sekitar Rp1,6 miliar per bulan. (Red)
SERANG, –Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten tahun 2025 tercatat mencapai 77,25 poin. Angka ini…
TANGERANG, –Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bareng Wakil Gubernur…
JAKARTA, –Gubernur Banten, Andra Soni meraih penghargaan sebagai kepala daerah peduli pendidikan dalam ajang KWP…
Bantenonline.com – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak setengah hati. Kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga…
SERANG, –Mediasi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan narapidana Cepi Sayfudin terhadap Lapas Kelas…
SERANG, - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Arif Rahman menyoroti maraknya tambang…