TANGERANG, –Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual. Lebih dari itu, Ramadan adalah momentum mempertebal kepedulian sosial, terutama bagi kaum dhuafa, lanjut usia, dan masyarakat rentan.

“Ramadan itu otomatis bikin kita mencari saudara atau tetangga yang sedang kesulitan. Terutama kaum dhuafa, lansia, dan fisabilillah,” tegas Dimyati.

Pernyataan itu disampaikan usai menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Ibu Timul (72) di Kelurahan Rawabuntu, RT 003 RW 002, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat (28/2/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Banten. Dalam agenda itu, jajaran Pemprov turun langsung ke lapangan mendata rumah-rumah yang kondisinya memprihatinkan.

BACA JUGA :  Pemkab Pandeglang Usulkan Puluhan Jalan dan Jembatan ke Pemprov Banten dan Pusat

“Kita keliling, berburu rumah tidak layak huni supaya jadi layak huni,” ujarnya.

Dimyati mengaku terenyuh melihat kondisi Ibu Timul yang tinggal bersama enam anaknya di rumah yang belum pernah direnovasi selama puluhan tahun.

“Kami hadir di sini. Mudah-mudahan rumah ini segera diperbaiki,” katanya.

Ia menyarankan proses renovasi dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa dan suasana Lebaran. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti negara hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Negara harus hadir dalam urusan sandang, pangan, dan papan,” tandasnya.

Ibu Timul yang tengah sakit tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

BACA JUGA :  Genjot Promosi Wisata Pandeglang Masih Terkendala Anggaran

“Terima kasih, semoga semuanya sehat,” ucapnya lirih.

Sebagai informasi, bantuan sebesar Rp 20 juta untuk renovasi rumah tersebut bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Provinsi Banten. (Red)