PANDEGLANG, –Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah membuka kegiatan Ngadu Bedug antar kampung di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5) malam. Tradisi tahunan khas masyarakat Pandeglang itu kini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
Dimyati mengatakan Ngadu Bedug merupakan bagian dari warisan budaya religius masyarakat Pandeglang yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Saya mengapresiasi masyarakat kampung yang terus melestarikan budaya Ngadu Bedug ini. Apalagi event ini sudah masuk Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan harus terus digelar lebih meriah setiap tahunnya,” kata Dimyati.
Menurut dia, Ngadu Bedug bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kebersamaan masyarakat.
Ia menyebut nilai “Adu Bedug” mencerminkan sikap aktif, disiplin, kreatif, energik, menjunjung persaudaraan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kekompakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan budaya agamis dan religius di daerah seribu ulama dan sejuta santri ini,” ujarnya.
Dimyati berharap tradisi tersebut tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Kalau tidak dipertahankan, budaya Ngadu Bedug bisa hilang. Padahal ini menjadi identitas masyarakat muslim,” tuturnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Banten akan terus mendukung pelaksanaan Ngadu Bedug setiap tahun bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Event ini tidak boleh berhenti dan harus terus digelar setiap tahun. Pemprov Banten mendukung sepenuhnya,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI Erwita Dianti mengatakan Ngadu Bedug bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurut Erwita, kegiatan tersebut menjadi daya tarik wisata lokal yang melibatkan 20 kampung di Kabupaten Pandeglang.
“Kegiatan seperti ini dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan menjadi daya tarik budaya lokal,” kata Erwita.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan Ngadu Bedug ke depan digelar lebih besar dengan melibatkan hingga 1.000 bedug untuk mencetak rekor MURI sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.
Selain itu, Erwita berharap kegiatan tersebut turut menghadirkan produk UMKM dan paket wisata terintegrasi di wilayah Pandeglang dan Banten.
“Produk UMKM dan paket wisata harus dikemas dengan baik agar saling terintegrasi,” ujarnya.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug bersama oleh Wagub Banten Dimyati Natakusumah, Deputi Kemenpar RI Erwita Dianti, Ketua BKOW Provinsi Banten Irna Narulita, Bupati Pandeglang Dewi Setiani, Kepala Disparda Banten Eli Susiyanti, Pimpinan bank bjb dan Forkopimda. Setelah itu, rombongan meninjau peserta Ngadu Bedug dari 20 kampung di saung masing-masing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Irna Narulita, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti, jajaran Forkopimda Pandeglang, pejabat Pemkab Pandeglang, hingga pimpinan bank bjb Banten. (Red)


