BERITA HOT

Wagub Banten Dimyati: Bahasa Indonesia Warisan Budaya Yang Harus Dijaga

TANGERANG, -Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, dan menjadi identitas sekaligus pemersatu bangsa.

Hal itu disampaikan Dimyati saat memberikan sambutan pada acara Konsolidasi Daerah tentang Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Provinsi DKI Jakarta dan Banten yang digelar di Hotel Santika Premiere Bintaro, Jl. Prof. Dr. Satrio No. A3, Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin (29/09/2025).

“Ada banyak suku dan adat di Indonesia, bahasa pemersatunya adalah Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita pakai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” ungkap Wagub Dimyati.

Menurut Dimyati, Bahasa Indonesia sangat penting, termasuk bahasa internasional yang digunakan dalam pertemuan resmi tingkat dunia.

“Kadang budaya Bahasa Indonesia kita terdegradasi oleh pengaruh luar, sehingga harus dikaji dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),” katanya.

Ia menegaskan, pentingnya membudayakan serta melestarikan nilai-nilai Bahasa Indonesia. Untuk itu pemakaiannya yang baik dan benar, salah satunya untuk memperkuat identitas bangsa.

“Banyak orang luar yang bisa dan mempelajari Bahasa Indonesia. Kita harus bangga,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dengan berbahasa Indonesia berarti merawat warisan budaya dan sastra sekaligus mempermudah silaturahmi serta kerja sama.

“Bahasa Indonesia juga meningkatkan kualitas kemampuan. Karena pendidikan, ilmu pengetahuan, dan literasi dengan Bahasa Indonesia lebih mudah dimengerti, dicerna, dihayati, dan dilaksanakan,” ujarnya.

Dimyati menambahkan, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar turut menjaga kedaulatan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Dengan menggunakan Bahasa Indonesia di mana pun, akan menumbuhkan nasionalisme dan jiwa persatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, Dimyati menandatangani komitmen bersama menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia melalui pedoman pengawasan penggunaannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Ganjar Harimansyah menjelaskan bahwa Konsolidasi Daerah dilakukan karena Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Banten kini juga menangani Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

“Sehingga konsolidasinya digabung. Semoga penggunaan Bahasa Indonesia lebih diutamakan di Provinsi Banten,” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (Red)

Deni

Recent Posts

Endan Umar, ASN Humanis yang Jadi Perekat Wartawan dan DPRD, Kini Hijrah ke Kementerian Haji

PANDEGLANG, – Ada masa untuk bertugas, ada masa untuk melangkah ke tempat baru. Prinsip itulah…

4 jam ago

Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai Besok, Enam Pelanggaran Dibidik!

PANDEGLANG, – Siap-siap! Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, Polda Banten, bakal menggelar Operasi Patuh…

16 jam ago

Andra Soni Dukung Pelestarian Baduy, 70 Ribu Bibit Pohon Ditanam

LEBAK, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga kelestarian…

18 jam ago

Angka Kematian Bayi di Lebak Capai 149 Kasus Sepanjang 2026

LEBAK, – Angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai 149 kasus sepanjang 2026.…

23 jam ago

PUB Guyur Baduy 70 Ribu Bibit, Tanah Ulayat Makin Sempit!

LEBAK, – Kepedulian terhadap masyarakat adat Baduy tak cukup hanya lewat kata-kata. Paguyuban Urang Banten…

1 hari ago

Jalan Rusak Makan Korban, Golkar dan Warga Cisata Siap Turun Tangan!

PANDEGLANG, – Tak ingin kerusakan jalan terus memakan korban, Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Cisata…

2 hari ago