BERITA HOT

Usai Lebaran, Harga Pangan di Pandeglang Ngegas! Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu/Kg

PANDEGLANG, –Harga kebutuhan pangan di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, Banten, langsung “tancap gas” usai Lebaran Idulfitri 2026. Sejumlah komoditas bumbu dapur kompak meroket, bikin pedagang dan pembeli sama-sama mengeluh.

Yang paling terasa, kenaikan harga bawang merah, bawang putih, tomat, kol, hingga cabai rawit oranye. Bahkan, cabai rawit kini tembus Rp120.000 per kilogram.

Pantauan di lapangan, stok bahan pokok sebenarnya masih aman. Namun, lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir tak terhindarkan.

Pedagang di Pasar Badak, Aas, mengungkapkan harga bawang merah kini naik dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

“Abis Lebaran malah naik lagi. Sekarang Rp50.000 per kilo, sebelumnya masih Rp35.000,” kata Aas, Kamis (26/3/2026).
Hal serupa terjadi pada bawang putih yang naik dari Rp25.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Tomat pun ikut melonjak dua kali lipat, dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.
Tak ketinggalan, harga kol ikut terkerek dari Rp100.000 menjadi Rp175.000 per karung.
Kenaikan paling “pedas” terjadi pada cabai rawit oranye. Dari sebelumnya Rp65.000 per kilogram, kini melesat jadi Rp120.000 per kilogram.

Menariknya, di tengah kenaikan harga, cabai merah keriting justru turun dari Rp80.000 menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.

Menurut Aas, lonjakan harga ini dipicu pasokan dari sentra produksi yang belum normal, terutama dari daerah dataran tinggi. Akibatnya, barang yang masuk ke pasar berkurang, sementara permintaan masih stabil.

“Barangnya belum banyak masuk, tapi pembeli tetap ada. Jadi harga naik,” ujarnya.

Ia juga menyebut, faktor pasca-Lebaran ikut memengaruhi fluktuasi harga. Sempat turun dua hari setelah Lebaran, kini harga kembali merangkak naik.

“Dua hari sempat turun, sekarang naik lagi. Bumbu dapur masih tinggi,” katanya.

Meski demikian, ketersediaan stok sayur-mayur di pasar masih mencukupi. Hanya saja, kondisi ini tetap jadi tantangan, baik bagi pedagang maupun masyarakat.

Aas berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga agar tidak terus bergejolak.
“Mudah-mudahan bisa normal lagi, biar kami juga enak jualannya,” tandasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Rotasi Jabatan di Polres Pandeglang, Kasat Lantas Resmi Berganti

PANDEGLANG, –Polres Pandeglang menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas di Aula Polres Pandeglang,…

14 jam ago

Tuntut Pengadilan HAM Ad Hoc Tragedi Trisakti, Mahasiswa Geruduk DPRD Banten

SERANG, –Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH)…

15 jam ago

Korve Banten ASRI Digelar Tiap Rabu, Andra Soni Ajak Warga Peduli Sampah

SERANG, –Gubernur Andra Soni mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah demi menciptakan lingkungan…

15 jam ago

Forum KDKMP Pandeglang Desak DPRD Bentuk Pansus Transparansi Anggaran Pelatihan

PANDEGLANG, –Forum KDKMP Desa/Kelurahan Merah Putih Kabupaten Pandeglang mendesak DPRD Pandeglang segera membentuk panitia khusus…

17 jam ago

Kumaedi Paparkan Literasi Keuangan di STKIP Syekh Mansur Pandeglang

PANDEGLANG, - Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKB, Kumaedi, SE menyampaikan materi financial literacy atau…

19 jam ago

Target Penurunan Emisi Kehutanan DLHK Banten 2025 Meleset

  SERANG, – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengakui, bahwa target penurunan…

21 jam ago