Pandeglang – UPTD Samsat Pandeglang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, mengaku pesimis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 65 miliar pada 2026 dapat tercapai 100 persen. Namun pihaknya terus berupaya menggerakkan segala potensi yang ada.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Samsat Pandeglang, Epy Shaefullah, usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Pandeglang dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pandeglang, Rabu (17/6/2026).

Epy mengatakan masih terdapat sejumlah kendala terkait pendataan kendaraan dinas milik pemerintah daerah maupun instansi vertikal yang berpotensi memengaruhi capaian target pajak kendaraan.

“Kami belum mengetahui secara pasti jumlah kendaraan yang dimiliki masing-masing OPD maupun instansi vertikal. Dalam rapat tadi juga terungkap ada kendaraan yang sudah dilelang dan ada yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi digunakan,” kata Epy.

BACA JUGA :  BPBD Pandeglang Terus Pantau Cuaca Ekstrem di Wilayah Selatan

Menurutnya, diperlukan pendataan ulang terhadap kendaraan berpelat merah yang ada di Kabupaten Pandeglang agar potensi pajak kendaraan dapat diketahui secara akurat.

“Yang paling penting saat ini adalah pendataan kendaraan dinas atau kendaraan pelat merah yang ada di Pandeglang,” ujarnya.

Epy mengungkapkan, hingga triwulan II tahun 2026 realisasi penerimaan pajak kendaraan baru mencapai sekitar 28 persen dari target Rp 65 miliar atau sekitar Rp 20 miliar.

“Kalau melihat target, seharusnya pada triwulan kedua sudah mencapai sekitar 50 persen. Namun saat ini baru sekitar 28 persen,” ungkapnya.

Untuk mengejar target tersebut, Samsat Pandeglang berencana meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna mengoptimalkan potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor di wilayah Pandeglang. (Red)

BACA JUGA :  Minimnya PAD Pandeglang Disorot, Dirman Minta Ulama dan Pemda Lebih Kompak