BERITA HOT

Tingkatkan Kendali Banjir Sungai Cirarab, Andra Soni Cek Pintu Air Otomatis Bendung Sarakan

TANGERANG, –Andra Soni tancap gas mengendalikan banjir di wilayahnya. Gubernur Banten itu turun langsung mengecek operasional pintu air otomatis di Bendung Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Selasa (24/2/2026).

Pintu air tersebut dipastikan berfungsi optimal untuk mengatur debit air di Sungai Cirarab, yang kerap meluap saat hujan deras mengguyur.

Peninjauan dilakukan guna memastikan proyek pengendali banjir yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten pada 2025 benar-benar berjalan efektif.

Tak sekadar melihat, Andra juga menjajal langsung sistem pintu air hidrolik yang kini menggantikan model manual.

“Bendung Sarakan punya tujuh pintu air yang sebelumnya rusak. Sekarang sudah diperbaiki dengan teknologi hidrolik lewat anggaran tahun lalu sekitar Rp 5 miliar,” ujar Andra.

Menurutnya, sistem otomatis ini membuat pengaturan debit air lebih presisi. Bahkan, saat diuji coba, permukaan air disebut mulai surut hanya dalam hitungan menit setelah pintu dibuka.

“Ini sangat membantu. Kita lihat sendiri tadi, beberapa menit setelah dibuka, debit air langsung turun. Ini langkah konkret penanganan banjir,” tegasnya.

Normalisasi Dikebut

Andra menegaskan, pembenahan pintu air bukan satu-satunya solusi. Pemprov Banten kini menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS C2), Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang, dan Pemkot Tangerang Selatan untuk menuntaskan normalisasi Sungai Cirarab dari hulu hingga hilir.

Sedimentasi yang tinggi disebut menjadi pekerjaan rumah serius.

“Normalisasi di hulu dan hilir harus segera dilakukan karena sedimentasinya cukup tinggi. Kita ingin warga benar-benar aman dari ancaman banjir,” ujarnya.

Belajar dari Banjir 2024
Kepala DPUPR Banten Arlan Marzan mengungkapkan, pembangunan tujuh pintu air otomatis ini merupakan tindak lanjut evaluasi banjir akhir 2024.

Saat itu, pintu air rusak sehingga warga terpaksa menggunakan kayu besar untuk membendung air demi irigasi sawah.

Masalah muncul ketika kayu tersebut tak dicabut saat hujan deras, sehingga aliran tersendat dan air meluap ke permukiman.

“Karena itu pada 2025 kami prioritaskan pembangunan pintu otomatis. Kami juga siagakan juru situ untuk menjaga dan mengoperasikan alat selama 24 jam,” jelas Arlan.

Dengan modernisasi ini, Pemprov Banten optimistis pengendalian banjir di Sungai Cirarab makin efektif, terutama menghadapi cuaca ekstrem saat musim hujan. (Red)

Deni

Recent Posts

IKKM Pandeglang Dikukuhkan, Irna Tekankan Peran Ormas untuk Pembangunan

PANDEGLANG, –Mantan Bupati Pandeglang Irna Narulita yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang…

3 jam ago

Ongkos Full Tank Fortuner, Pajero, Innova hingga Land Cruiser Pasca BBM Naik

JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel membuat biaya pengisian penuh kendaraan…

5 jam ago

Peringati Hari Bumi 2026, Tinawati: Bumi Sehat Warisan Terbaik Anak Cucu

TANGERANG, –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari…

20 jam ago

Memiliki Daya Tarik Ekonomi, Banten Jadi Tujuan Migrasi Penduduk

CILEGON, –Provinsi Banten menjadi salah satu tujuan migrasi penduduk dari berbagai daerah karena dinilai memiliki…

21 jam ago

Andra Soni Gandeng Muhammadiyah, Bentengi Anak dari Dampak Negatif Digital

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni tak mau generasi muda terseret arus negatif dunia digital. Ia…

21 jam ago

Ali Hanafiah Terpilih Jadi Ketua Umum FHI Banten Lewat Muslub

SERANG, –Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub) di Aula Pondok…

23 jam ago