EDUKASI

Peringati Hari Bumi 2026, Tinawati: Bumi Sehat Warisan Terbaik Anak Cucu

TANGERANG, –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Bumi sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, bumi yang dihuni saat ini merupakan titipan yang harus dijaga bersama. Karena itu, menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus menjadi gerakan kolektif.

“Hari Bumi ini pengingat bahwa bumi yang kita pijak, udara yang kita hirup, dan air yang kita gunakan adalah amanah. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ujar Tinawati dalam peringatan Hari Bumi di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di lingkungan keluarga. Peran ibu rumah tangga hingga anak-anak dinilai penting dalam membangun kebiasaan baik.

“Mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik, menanam pohon, hingga menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Tinawati juga menyoroti peran strategis perempuan, khususnya kader PKK, dalam membentuk karakter generasi yang peduli lingkungan.“Dari tangan ibu-ibu yang peduli, akan lahir generasi yang bertanggung jawab dan mencintai lingkungan,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi inisiatif Pusbatara yang konsisten menggerakkan kepedulian lingkungan. Tinawati berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Mari jadikan Hari Bumi sebagai titik awal bergerak lebih konsisten. Tidak hanya bicara, tapi aksi nyata dari diri sendiri dan keluarga. Bumi yang sehat adalah warisan terbaik untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Yayasan Pusbatara, Suwandy Tasmadi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pemangku kepentingan, termasuk Ketua TP PKK Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Bumi tahun ini diisi dengan talkshow serta pelatihan pembuatan eco enzyme yang melibatkan kader PKK.

“Kami berkolaborasi dengan Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Pusbatara hadir sebagai pusat edukasi budaya cinta alam dan pelestarian lingkungan.

“Tempat ini menjadi wadah berbagai kegiatan tentang lingkungan, budaya kasih alam, dan nilai-nilai positif dari berbagai daerah di Nusantara,” jelasnya.

Sebagai tambahan, kegiatan ini juga diisi pelatihan pembuatan eco enzyme yang dipandu Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Jabodebek. (Red)

Deni

Recent Posts

JNI dan Aliansi Masyarakat Anti Matel Geruduk Kantor Adira Lebak

LEBAK, – Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten bersama Aliansi Masyarakat Anti Matel menggelar aksi unjuk…

16 jam ago

Warga Carita Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang

PANDEGLANG, – Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak…

17 jam ago

Bapera Banten Gelar Doa Bersama, Doakan 8 Orang Hilang di Selat Sunda

SERANG – Kepedulian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

22 jam ago

Gubernur Andra Soni Ikut Cari 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Gubernur Banten Andra Soni ikut langsung dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak…

1 hari ago

Bupati Dewi Tahan Tangis Lepas Tim SAR Cari 5 Jurnalis Hilang

PANDEGLANG, – Suasana haru mewarnai Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026) pagi.…

1 hari ago

Tekan Kecelakaan, Subdenpom Pandeglang Gandeng Polisi dan Jasa Raharja Gelar Safety Riding

PANDEGLANG, – Keselamatan berkendara menjadi perhatian serius Subdenpom III/4-3 Pandeglang. Bersama Satlantas Polres Pandeglang dan…

1 hari ago