PANDEGLANG, – Pemerintah daerah diminta memberikan perhatian khusus kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD-PK Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, para petugas yang sebagian besar masih berstatus honorer dan PPPK paruh waktu tersebut bekerja tanpa mengenal waktu dalam penanganan berbagai bencana.
Aktivis Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B), Tabrani Kemal, menilai dedikasi pegawai BPBD-PK, khususnya TRC, sudah selayaknya mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Saya melihat para pegawai BPBD-PK Kabupaten Pandeglang bekerja siang dan malam saat terjadi bencana alam. Sudah sepantasnya mereka diberikan apresiasi dan penghargaan,” kata Tabrani, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, petugas BPBD-PK menghadapi risiko tinggi di lapangan, baik dalam penanganan evakuasi korban banjir maupun kebakaran. TRC disebut selalu menjadi garda terdepan yang turun langsung ke berbagai lokasi bencana.
“Semangat mereka sangat luar biasa. Karena itu, sudah tepat jika pemerintah daerah memprioritaskan mereka untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Karangsetra, Mahdar. Ia mengapresiasi kinerja tim BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, khususnya TRC, yang dinilainya sigap dan cepat dalam menangani musibah di tengah masyarakat.
“TRC BPBD-PK Pandeglang bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah dalam penanganan dan evakuasi bencana. Dedikasi mereka patut diapresiasi,” kata Mahdar.
Ia menambahkan, dengan beban kerja serta risiko tinggi yang dihadapi, para petugas yang masih berstatus honorer atau PPPK paruh waktu layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
“Penghasilan yang diterima saat ini belum sebanding dengan kerja keras dan risiko yang dihadapi. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan mereka untuk diangkat menjadi ASN atau PPPK penuh waktu,” tuturnya. (Red)



