EDUKASI

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wagub Banten Tekankan Data Riil untuk Kebijakan

SERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menyebut, data riil hasil sensus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kolaborasi itu kunci. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media, hingga akademisi harus terlibat,” kata Dimyati di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (29/4/2026).

Dimyati menekankan pentingnya keakuratan data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data yang diperoleh harus mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kita ingin data yang riil, bukan data yang dipoles. Dari data itu kita bisa menentukan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan secara door to door, di mana petugas mendatangi langsung rumah tangga dan unit usaha. Metode ini diharapkan mampu menangkap seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha besar hingga mikro, termasuk ekonomi digital berbasis rumah tangga.

“Dengan cara ini, kita bisa menangkap kondisi ekonomi masyarakat secara utuh. Tidak ada yang terlewat,” tambahnya.

Pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 dan akan menjangkau seluruh unit usaha tanpa terkecuali.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Donny Hari Budiutomo Harmadi mengatakan sensus ini digelar serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan sekitar 251 ribu petugas.

“Mereka akan bekerja selama tiga bulan untuk mendata perusahaan dan aktivitas usaha rumah tangga, termasuk yang berbasis digital,” ujarnya.

Donny juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dan menjamin keamanan data yang dikumpulkan.

“Informasi yang disampaikan kepada BPS dijamin aman dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyebut pelaksanaan sensus ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia menambahkan, tema Kolaborasi Banten mencerminkan semangat kebersamaan seluruh pihak dalam mendukung sensus.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, kami optimistis sensus ini berjalan lancar dan menghasilkan data statistik yang berkualitas,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards 2026, Soroti Pemberdayaan Perempuan

JAKARTA, –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, meraih penghargaan Kartini Awards 2026…

4 jam ago

SPMB SMA-SMK Banten 2026 Dibuka Bertahap, Ini Penjelasannya

SERANG, –Pemerintah Provinsi Banten menerapkan sistem pendaftaran bertahap dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA,…

5 jam ago

Balik Nama Kendaraan di Banten Kini Bisa Tanpa KTP Pemilik Pertama

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menghadirkan terobosan baru dalam layanan pajak kendaraan bermotor. Melalui Badan…

6 jam ago

Polisi Musnahkan 8.527 Lembar Upal Non Yuridis

SERANG - Kepolisian Daerah Banten memusnahkan 8.527 lembar uang palsu non yuridis atau uang palsu…

11 jam ago

DPRD Pandeglang Setujui LKPJ Bupati 2025, Beri 13 Rekomendasi

PANDEGLANG, –DPRD Kabupaten Pandeglang melalui Panitia Khusus (Pansus) I merampungkan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)…

12 jam ago

BGN Ajak Masyarakat Banten Awasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

SERANG - Badan Gizi Nasional mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Provinsi Banten untuk turut serta…

12 jam ago