Penampilan Tari Ratoh Jaroe oleh siswa SMP Islam Al-Azhar BSD memukau penonton dalam pergelaran Harmoni Negeriku, Jayalah Bangsaku di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Bantenonline.com – Ribuan pasang mata terpukau saat tirai panggung Teater Besar Taman Ismail Marzuki terbuka dan menampilkan suguhan seni spektakuler dari para siswa SMP Islam Al-Azhar BSD.
Mengusung tema “Harmoni Negeriku, Jayalah Bangsaku”, pergelaran yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) ini menghadirkan berbagai karya seni yang memadukan kekayaan budaya Nusantara dengan semangat cinta tanah air.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi puncak dari proses panjang yang telah dijalani para siswa sejak April 2026.
Melalui latihan rutin, pembinaan intensif, dan kerja sama yang solid, para peserta didik berhasil menampilkan pertunjukan berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai pendidikan karakter.
Pergelaran ini merupakan wujud komitmen SMP Islam Al-Azhar BSD dalam mengembangkan potensi seni peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, ketangguhan, dan nasionalisme.
Ratusan siswa terlibat aktif mulai dari proses perencanaan, penyusunan konsep, latihan, hingga tampil di salah satu panggung seni paling prestisius di Indonesia.
Suasana khidmat terasa saat acara dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Penonton kemudian disuguhkan penampilan Ansambel Musik “Keroncong Kemayoran” yang menghadirkan nuansa klasik khas Betawi.
Keindahan harmoni suara juga ditampilkan melalui penampilan Choir yang memukau dan mendapat apresiasi hangat dari para hadirin.
Kemegahan pergelaran semakin terasa melalui Medley Nusantara Dance yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung.
Semangat kebangsaan juga tergambar dalam Vocal Dance “Bangkitlah Negeriku” yang dibawakan penuh penghayatan serta Tari Ratoh Jaroe yang energik dan memukau.
Salah satu penampilan yang menjadi sorotan malam itu adalah drama puisi “Legend of Malahayati”.
Kisah kepahlawanan Laksamana Malahayati, sosok perempuan pejuang dari Aceh, berhasil dihadirkan dengan interpretasi yang kuat dan menyentuh emosi penonton.
Tak kalah memukau, rangkaian penampilan orkestra seperti Orchestra “Satu”, Orchestra “Nyanyian Nusantara”, dan Mix Orchestra “Terbuang Dalam Waktu” berhasil menghadirkan harmoni musik yang megah.
Kolaborasi berbagai instrumen musik tersebut menjadi bukti kemampuan dan kreativitas para siswa dalam mengolah karya seni yang berkualitas.
Pergelaran ditutup dengan Closing Ceremony yang berlangsung haru dan penuh kebanggaan.
Berbagai apresiasi positif dari orang tua, tamu undangan, dan para penikmat seni menjadi bukti keberhasilan para siswa dalam menghadirkan pertunjukan yang berkesan.
Sutradara Pergelaran, Okto Delon Sunuraz Putra mengatakan, acara ini tak hanya sekadar pertunjukan, ini juga menjadi bentuk nyata dari semangat berkarya para pelajar yang terus diasah melalui arahan dan bimbingan intensif dari para guru.
Menurutnya, dengan tema “Harmoni Bangsaku, Jayalah Negeriku” dipilih karena sebagai simbol keharmonisan dalam keberagaman untuk mewujudkan rasa nasionalisme yang tinggi.
“Ini adalah refleksi dari semangat kebangsaan, bahwa nilai luhur budaya di Indonesia adalah kekuatan yang menyatukan untuk menciptakan harmoni dan kejayaan yang hakiki,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD, Dede Riki, M.Ag., yang juga merupakan produser dalam pergelaran ini menyampaikan apresiasi kepada siswa siswi dalam menampilkan pertunjukan seni yang bertajuk “Harmoni Negeriku, Jayalah Bangsaku” bahwa kegiatan ini bukan sekadar panggung pertunjukan seni, melainkan juga sarana pembentukan karakter peserta didik melalui proses yang panjang dan penuh pembelajaran.
“Pergelaran ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Melalui pergelaran “Harmoni Negeriku, Jayalah Bangsaku”, SMP Islam Al-Azhar BSD kembali menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Indonesia.
PANDEGLANG, –Kepengurusan Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten masa hidmat 2026-2031 akan…
PANDEGLANG, –Orang tua wali murid SDN 1 Pandeglang menggelar tasyakuran kelulusan siswa kelas VI secara…
CILEGON, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) sebagai…
PANDEGLANG, –Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pandeglang, H. Dedi Saepul atau yang akrab disapa Dedi…
CILEGON, –Gubernur Banten Andra Soni meminta perusahaan yang beroperasi di Banten memprioritaskan warga lokal dalam…
SERANG - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan merevitalisasi…