BERITA HOT

Proyek Toilet Alun-Alun Rangkasbitung Kelar, Kok Masih Ditutup?

LEBAK, – Proyek pembangunan toilet di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sudah tampak rampung. Seng pembatas proyek pun telah dibongkar. Namun, fasilitas yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar itu masih belum bisa digunakan masyarakat.

Pantauan di lokasi, Rabu (30/9/2026), bangunan toilet terlihat sudah selesai secara fisik. Tidak tampak lagi aktivitas pekerja maupun perlengkapan proyek yang sebelumnya berada di sekitar lokasi.

Namun, pintu masuk toilet masih tertutup dan diberi penghalang. Warga yang hendak menggunakan fasilitas tersebut belum dapat mengakses bagian dalam bangunan.

Belum diketahui alasan pasti toilet tersebut masih ditutup. Fasilitas itu bisa saja masih menunggu pemeriksaan akhir, proses serah terima pekerjaan, atau tahapan administrasi lainnya sebelum dinyatakan dapat digunakan.

Proyek tersebut merupakan paket Penataan Pedestrian dan Toilet Alun-Alun Kecamatan Rangkasbitung yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak melalui Bidang Cipta Karya.

Pekerjaan dilaksanakan CV Langkah Awal Berkah dengan nilai kontrak Rp929.903.000. Anggaran proyek bersumber dari APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026.

Penataan kawasan ini tidak hanya mencakup pembangunan toilet. Sejumlah fasilitas lain juga masuk dalam paket pekerjaan, seperti paving block, rubber flooring area bermain, taman baca, planter box, pagar, tugu lampu, taman, gate, pylon sign, bollard, lampu dan kursi taman.

Dengan nilai kontrak hampir Rp1 miliar, masyarakat tentu berharap hasil pembangunan bukan hanya selesai secara fisik, tetapi juga segera bisa dinikmati.

Apalagi, toilet umum menjadi salah satu fasilitas dasar yang dibutuhkan pengunjung ruang publik seperti Alun-Alun Rangkasbitung.

Kondisi toilet yang terlihat sudah kelar tetapi aksesnya masih ditutup pun menjadi perhatian. Pemerintah daerah dinilai perlu memberikan kejelasan mengenai status fasilitas tersebut, termasuk kapan masyarakat bisa mulai menggunakannya.

Hingga berita ini diturunkan, DPUPR Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut. Konfirmasi mengenai status pekerjaan, proses serah terima dan jadwal pembukaan toilet bagi masyarakat juga belum mendapat jawaban.

Masyarakat kini tinggal menunggu kepastian. Jangan sampai fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat hanya terlihat selesai di mata, tetapi belum bisa dirasakan manfaatnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Kini Ada Layanan Cuci Darah di RSUD Malingping, Warga Banten Selatan Tak Perlu Jauh

LEBAK, – Warga Banten Selatan kini bisa menjalani layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD…

4 jam ago

Pasien Membludak, IGD RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Tampung 103 Orang

LEBAK, – Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tengah menghadapi tekanan…

4 jam ago

BI Banten Dorong Investasi Berkualitas, UMKM dan SDM Lokal Jadi Kunci

SERANG, – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mendorong investasi berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada…

9 jam ago

Dari Persoalan Lingkungan Jadi Prestasi Nasional, Dua Siswa Al-Azhar BSD Raih Emas OPSI 2026

bantenonline.com — Persoalan lingkungan di sekitar Sungai Cisadane membawa dua siswa SMP Islam Al-Azhar BSD…

16 jam ago

Tak Update Data, Desil Warga Pandeglang Bisa Berubah

PANDEGLANG, – Jangan kaget jika posisi desil berubah, meski warga merasa tak pernah memperbarui data…

1 hari ago

BPJS PBI di Lebak Tak Aktif? Ini 8 Dokumen untuk Pengajuan Reaktivasi

LEBAK, – BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Lebak tidak aktif dan ingin…

1 hari ago