BERITA HOT

Pasien Membludak, IGD RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Tampung 103 Orang

LEBAK, – Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tengah menghadapi tekanan berat. Jumlah pasien yang datang membeludak hingga mencapai 103 orang, jauh di atas kapasitas normal IGD.

Plt Direktur Utama RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Firman Rahmatullah, SH, MH, MKM mengungkapkan kapasitas normal IGD hanya 29 tempat tidur (bed). Sedangkan kapasitas maksimal hanya mampu menampung 35 bed.

Namun, dalam kondisi tertentu, jumlah pasien yang harus dilayani melonjak hingga tiga kali lipat dari kapasitas maksimal.

“Penumpukan pasien terjadi karena kemampuan normal IGD 29 bed, maksimal 35 bed. Yang terjadi di lapangan, pasien overload sampai menembus 103 kemarin karena kita tidak pernah menolak pasien, tetap menerima dan memberikan pelayanan,” kata Firman kepada wartawan, Rabu (30/9/2026) melalui sambungan teleponnya.

dr.Firman Rahmatullah, SH, MH, MKM selaku Plt.Dirut RSUD Adjidarmo.

Menurutnya, membludaknya pasien di IGD tidak lepas dari terbatasnya ketersediaan tempat tidur untuk pasien rawat inap.

Firman menjelaskan, pada 2024 RSUD Adjidarmo masih memiliki 342 tempat tidur. Namun, jumlah tersebut menyusut menjadi 240 tempat tidur sejak 2025 hingga sekarang.

Berkurangnya kapasitas tempat tidur tersebut terjadi setelah diterapkannya Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Dalam ketentuan tersebut, satu ruangan maksimal diisi empat tempat tidur. Sebelumnya, satu ruangan bisa menampung hingga enam tempat tidur.

“Ruangan rawat terbatas. Dari awal di tahun 2024 ada 342 bed, turun ke 240 bed di tahun 2025 sampai saat ini karena sejak diberlakukan KRIS, maksimal satu ruangan empat bed, padahal sebelumnya bisa masuk enam bed,” ujarnya.

Di tengah kondisi IGD yang penuh, Firman mengimbau masyarakat agar tidak langsung mendatangi rumah sakit jika kondisi kesehatan masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas maupun klinik.

“Pasien banyak langsung ke RS, padahal masih bisa ditangani di puskesmas dan klinik,” katanya.

Meski kapasitas pelayanan terbatas dan jumlah pasien terus meningkat, pihak RSUD Adjidarmo memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Namun demikian, kami akan berupaya untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Kini Ada Layanan Cuci Darah di RSUD Malingping, Warga Banten Selatan Tak Perlu Jauh

LEBAK, – Warga Banten Selatan kini bisa menjalani layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD…

4 jam ago

Proyek Toilet Alun-Alun Rangkasbitung Kelar, Kok Masih Ditutup?

LEBAK, – Proyek pembangunan toilet di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sudah tampak rampung. Seng…

5 jam ago

BI Banten Dorong Investasi Berkualitas, UMKM dan SDM Lokal Jadi Kunci

SERANG, – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mendorong investasi berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada…

9 jam ago

Dari Persoalan Lingkungan Jadi Prestasi Nasional, Dua Siswa Al-Azhar BSD Raih Emas OPSI 2026

bantenonline.com — Persoalan lingkungan di sekitar Sungai Cisadane membawa dua siswa SMP Islam Al-Azhar BSD…

16 jam ago

Tak Update Data, Desil Warga Pandeglang Bisa Berubah

PANDEGLANG, – Jangan kaget jika posisi desil berubah, meski warga merasa tak pernah memperbarui data…

1 hari ago

BPJS PBI di Lebak Tak Aktif? Ini 8 Dokumen untuk Pengajuan Reaktivasi

LEBAK, – BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Lebak tidak aktif dan ingin…

1 hari ago