BERITA HOT

Perhutani KPH Pandeglang Pasang Police Line di Gunung Karang Usai Longsor

PANDEGLANG, – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pandeglang memasang plang larangan dan garis police line di lereng Gunung Karang, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Langkah ini dilakukan usai terjadinya longsor di kawasan tersebut.

Pemasangan police line dilakukan untuk mencegah warga memasuki area rawan bencana. Diketahui, longsor di lereng Gunung Karang sudah terjadi dua kali. Peristiwa sebelumnya menyebabkan sebagian lereng menjadi gundul dan meningkatkan risiko longsor susulan, terutama saat hujan deras.

Asisten Perhutani (Asper) KPH Pandeglang Asep Sanjaya mengatakan, kondisi lokasi longsor hingga kini masih berstatus siaga. Bekas longsoran menjadi jalur aliran air hujan yang berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.

“Kami memasang plang larangan dan police line agar masyarakat tidak memasuki kawasan longsor pascakejadian kemarin,” kata Asep kepada media, Minggu (18/1/2026).

Selain memasang rambu peringatan, Perhutani juga melakukan upaya mitigasi dengan reboisasi di area terdampak. Sebanyak 100 pohon mahoni dan 60 pohon aren ditanam untuk memperkuat struktur tanah.

Perhutani juga mendirikan posko pemantau sekitar 500 meter dari titik longsor. Posko tersebut digunakan untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat di kawasan rawan bencana.

Sebelumnya, warga Kelurahan Pagerbatu sempat dikejutkan suara gemuruh dari arah Puncak Gunung Karang yang diduga berasal dari longsoran tanah. Gunung Karang sendiri pernah mengalami longsor pada 15 September 2021, meski tidak menimbulkan dampak besar.

Namun, longsor kembali terjadi pada Senin (12/1/2026) dengan luasan yang lebih besar. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi bencana lanjutan.

Salah seorang warga Kecamatan Kaduhejo, Oman, mengatakan secara administrasi lokasi longsor masuk wilayah Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari. Namun, kawasan tersebut berada di bawah kewenangan Perhutani karena termasuk kawasan hutan lindung Gunung Karang.

“Longsor yang terjadi berulang kali membuat warga semakin waspada, apalagi saat musim hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Muslim Taufik Jadi Plt Sekwan Pandeglang, Siap Jaga Sinergi Eksekutif-Legislatif

PANDEGLANG, –Muslim Taufik resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Pandeglang. Ia…

3 jam ago

Menuju Porprov VII Banten 2026, Tangsel Tancap Gas! CDM Meeting Perdana Jadi Titik Awal Persiapan Besar

Bantenonline.com - Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 terus dimatangkan. Komite Olahraga…

3 jam ago

Inflasi Banten Mei 2026 Capai 2,70 Persen, Tertinggi di Lebak

SERANG, –Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Mei…

4 jam ago

KEMAS Soroti Dugaan Ketidaksesuaian PBB-P2 di Desa Kertaraharja, Minta Klarifikasi Terbuka

PANDEGLANG, –Keluarga Mahasiswa Sobang (KEMAS) menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan…

13 jam ago

Program Sekolah Gratis Andra Soni Dongkrak Minat Masuk Sekolah Swasta

TANGERANG, – Program Sekolah Gratis (PSG) untuk sekolah swasta yang digagas Gubernur Banten Andra Soni…

16 jam ago

Andra Soni Pantau MBG dan Pra-SPMB, Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip Siswa

TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

17 jam ago